Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Oktober, BPBD Jateng Tetapkan Siaga Darurat Longsor

Oktober, BPBD Jateng Tetapkan Siaga Darurat Longsor

METROSEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bakal menetapkan siaga darurat bencana tanah longsor pada awal Oktober 2016 nanti untuk 35 kabupaten/kota.

Evakuasi korban longsor di Kabupaten Banjarnegara, Minggu (25/9). Foto: metrosemarang.com/dok basarnas
Evakuasi korban longsor di Kabupaten Banjarnegara, Minggu (25/9). Foto: metrosemarang.com/dok basarnas

Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana menyebutkan dengan siklus musim hujan yang diprediksi mencapai puncaknya pada Januari-Februari 2017, maka sangat logis bila pihaknya menetapkan awal bulan depan sebagai darurat longsor.

“Karena hampir di semua kabupaten/kota di Jawa Tengah terdapat titik rawan longsor. Jumlahnya 29 sampai 31 titik daerah,” katanya kepadametrosemarang.com, Senin (26/9).

Bahkan, ia melanjutkan di Banjarnegara terdapat 18 kecamatan yang berpotensi mengalami bencana longsor susulan. Dari data terakhir, Basarnas Semarang sempat menyatakan bahwa ada dua bencana longsor yang memakan korban di Banjarnegara.

Longsor pertama terjadi pada Minggu (25/9). Tanah longsor menyebab rumah milik Sugianto roboh di Desa Sidengok Pejawaran Banjarnegara. Akibatnya, Nurhaidin, anak korban tewas dan delapan orang lainnya luka-luka.

Lalu longsoran kedua terjadi di RT 02/II Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening Banjarnegara dan menimbun rumah milik Ali Mundasir. Korban luka-luka ada tiga orang.

“Korban yang meninggal sudah dimakamkan. Ini cuaca memang sudah mulai hujan. Praktis tahun ini kita nyatakan tidak ada bencana kekeringan karena kita fokuskan dulu ke longsor dan banjir. Apalagi, di tiap titik selalu ada rawan longsor,” ungkap Sarwa.

Sarwa menambahkan pemerintah tiap daerah kini telah menyiapkan dana perbaikan pasca-bencana (recovery) bervariasi sekitar Rp 3-5 miliar.

“Itu belum ditambah dana cadangan bencana yang akan dikucurkan Pemprov Jateng dan BNPB,” tutupnya. (far)