Home > METRO BERITA > Ombudsman Telusuri Dugaan Pungli di MTs Negeri 1 Semarang

Ombudsman Telusuri Dugaan Pungli di MTs Negeri 1 Semarang

METROSEMARANG.COM – Kasus pungutan liar atau pungli di ranah pendidikan Kota Semarang kembali mencuat. Sebelumnya salah satu Madrasah Aliyah di Semarang telah mengembalikan uang pungutan dari siswa. Kini giliran Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Semarang yang menjadi sorotan.

Mudlofir  Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Mudlofir
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Selasa (26/7), Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah melakukan kunjungan ke MTs 1 Semarang terkait dugaan pungli di sekolah tersebut. Laporan ini sebenarnya sudah diterima Ombudsman sejak sebelum Lebaran silam.

Kepala Sekolah MTS Negeri 1 Semarang, Mudlofir menampik anggapan pihaknya telah melakukan pungli. “Bukan pungutan tapi sumbangan, karena kami tidak memaksa,” ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, ada pula siswa yang tidak memberikan sumbangan dan tetap diterima. Dia berdalih, keputusan terkait sumbangan tersebut adalah hasil rapat komite. “Akhirnya hasil rapat komite itu adalah dengan jariyah,” imbuh Mudlofir.

Menurutnya, jariyah ini untuk membiayai kebutuhan madrasah yang tidak bisa dibiayai menggunakan dana BOS. Ia mencontohkan di MTs 1 ada 24 guru tidak tetap (GTT) yang harus menerima gaji. Namun dana BOS tidak bisa digunakan untuk gaji GTT, sehingga harus ada bantuan berupa sumbangan dari wali siswa.

“Ini hanya masalah teknis, bahkan tanpa jariyah pun kami bisa tetap berjalan,” tutur Mudlofir.

Sementara, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah, Achmad Zaid menegaskan bahwa yang dilakukan oleh MTs 1 Semarang adalah pungutan. “Sudah saya jelaskan, sumbangan itu tidak ada nominal, batas waktu, dan tidak mengikat,” tandasnya. (vit)