Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Orientasi Seksual Menyimpang, 20 Ribu Pelajar Terinfeksi HIV/AIDS

Orientasi Seksual Menyimpang, 20 Ribu Pelajar Terinfeksi HIV/AIDS

METROSEMARANG.COM – Orientasi seksual yang menyimpang mengakibatkan setidaknya 20 ribu pelajar setingkat SMP dan SMA di Jawa Tengah ditemukan telah terpapar virus HIV/AIDS.

Sebanyak 20 ribu pelajar di Jateng terinfeksi HIV/AIDS

Temuan tersebut terungkap tatkala Badan Narkotika Nasional menggelar lokakarya bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah di Gedung BNNP Jateng, Jalan Madukoro Semarang, pada Rabu (6/12).

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru P mengatakan adanya penyimpangan orientasi seksual yang menjurus pada homoseksual itu lantaran banyak pelajar di wilayahnya yang mengalami perubahan gaya hidup yang salah.

“Berdasarkan data yang kami himpun dari KPA, selama ini ada 20 ribu pelajar baik SMP maupun SMA yang terpapar HIV/AIDS. Maka dari itu, untuk 2018 nanti kita akan menggalakkan pemeriksaan kesehatan di semua sekolah,” kata Tri kepada metrosemarang.com.

Kasus penularan HIV/AIDS tertinggi pada kaum heteroseksual mencapai 85,57 persen. Kemudian disusul penularan akibat penggunaan jarum suntik (penasun) mencapai 5,17 persen, perinatal mencapai 5,23 persen, homoseksual 4,69 persen, sisanya akibat transfusi darah mencapai 0,13 persen.

Ia mengaku bakal menggandeng Dinas Kesehatan dan KPA untuk menggelar tes darah secara rutin bagi para pelajar di Jateng.

Ia menyebut kasus ini cukup mengagetkan pihaknya. Apalagi, penggunaan jarum suntik untuk mengonsumsi Napsa semakin marak digunakan di kalangan pelajar sekolah. Jumlahnya kian meningkat setiap tahunnya.

Otomatis, katanya kasus penularan HIV/AIDS juga ikut naik. “Banyak korban dari kalangan pelajar yang tiba-tiba terjangkit virus mematikan ini. Kami sangat menyayangkan banyaknya penggunaan jarum suntik untuk mengonsumsi narkotika. Sebab ini justru menularkan virus HIV/AIDS,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat Jawa Tengah agar memperbaiki pola hidupnya agar menjadi lebih sehat. HIV/AIDS, menurutnya jadi ancaman nyata yang harus ditanggulangi secepatnya.

“Penggunaan napsa dengan jarum suntik merupakan pemicu utama penularan HIV/AIDS. Karenanya saya mendorong kepada semua pihak untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Jateng,” terangnya.

Selain itu, KPA juga diminta meningkatkan peran aktifnya dalam menanggulangi penularan HIV/AIDS. (far)

Tinggalkan Balasan