Home > METRO BERITA > Overstay di Sunan Kuning, Puluhan PSK ‘Senior’ akan Dipulangkan

Overstay di Sunan Kuning, Puluhan PSK ‘Senior’ akan Dipulangkan

METROSEMARANG.COM – Untuk menuntaskan program pengentasan pekerja seks komersial (PSK), pengelola Resos Argorejo Sunan Kuning Semarang bakal memulangkan sedikitnya 25 wanita tunasusila yang ada di sana.

Pendataan PSK dilakukan secara berkala di kompleks Sunan Kuning. Foto: metrosemarang.com/dok
Pendataan PSK dilakukan secara berkala di kompleks Sunan Kuning. Foto: metrosemarang.com/dok

Menurut Suwandi Eko Putranto, Ketua Resos Argorejo Sunan Kuning, pemulangan puluhan PSK tua tersebut guna memperbaiki status Sunan Kuning dari resosialisasi pekerja seks, menjadi kawasan usaha mandiri.

“Jumlahnya 5 persen dari total anak asuh yang ada selama ini. Daripada enggak laku, lebih baik kita pulangkan saja mulai awal Januari 2017 nanti,” kata Suwandi kepada metrosemarang.com, Kamis (24/11).

Ia menuturkan para PSK tua itu kebanyakan berasal dari Temanggung, Kendal dan Wonosobo. “Ada PSK yang ingin tinggal di sana tapi kita larang. Mendingan pulang aja, apalagi mereka kan korban selingkuhan saat masih muda,” jelas Suwandi.

Pemulangan para penjaja seks itu telah menjadi aturan wajib untuk mendukung pengentasan PSK yang memasuki tahap akhir pada tahun depan.

Untuk program pengentasan PSK, katanya memang terbagi tiga tahapan yaitu pemberian pelatihan tata boga, lalu salon kecantikan kemudian mesin jahit. Tiap pekerja seks diwajibkan memilih satu dari tiga pelatihan itu sebelum hengkang dari Sunan Kuning.

Program yang telah berjalan sejak 2008 tersebut telah berhasil mengubah perilaku pekerja seks dari semula gemar menawarkan kemolekan tubuhnya, kini sedikit demi sedikit beralih membuka usaha dari hasil pelatihan tersebut.

“Dari dulunya 700 orang, pada 2016 turun drastis jadi 488 orang, sebuah perubahan yang melegakan saya setelah sekian lama menyadarkan mereka bahwa bergelut di bisnis esek-esek merupakan tindakan yang penuh kemaksiatan,” ungkap Suwandi.

Sedangkan untuk peralihan fungsi wisatanya, ia nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Semarang. Hal itu dilakukan untuk mengkaji apakah fungsinya akan diubah jadi salon atau jadi rumah warga.

“Nanti kita tunggu informasi dari Dinas Sosial. Di sini juga sudah ada salon tapi jumlahnya masih sedikit,” tandasnya. (far)