Pabrik PCC yang Digerebek BNN di Semarang Baru Tiga Bulan Beroperasi

METROSEMARANG.COM – Mulyono, security rumah Nomor 29 di Jalan Halmahera, Semarang Timur, Semarang kaget rumah tetangga majikannya didatangi belasan petugas BNN. Ia tak menyangka kalau rumah tersebut ternyata dijadikan tempat produksi pil PCC (Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol).

Penggerebekan rumah di Jalan Halmahera Semarang Timur yang diduga dijadikan pabrik PCC. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Kaget Mas, kok ramai kirain kenapa, soalnya rumah ini itu penghuninya baru. Baru sekitar tiga bulan kayaknya,” ujar Mulyono, Minggu (3/12).

Mulyono mengatakan, ia sempat bertanya pada tukang yang mereparasi rumah tersebut beberapa waktu lalu. Katanya mau digunakan untuk produksi roti. Namun ia tak menyangka ternyata bukan roti yang diproduksi, melainkan obat yang tidak memiliki izin edar.

“Dulu itu awalnya tak tanya itu mau buat tempat produksi roti. Biasanya kan kalau tempat produksi roti baunya enak wangi tapi kok ini nggak ada baunya sama sekali,” ungkap Mulyono.

Meski begitu Mulyono tak sedikitpun menaruh rasa curiga kepada penghuni rumah tersebut. Mulyono masih belum menyangka kalau rumah tersebut ternyata memproduksi pil PCC.

Ia juga mengaku, dulu sempat mengetahui saat penghuni baru tersebut memasang blower di bagian atas rumah. Saat itu dia mengira alat itu digunakan sebagai  pendukug dalam memproduksi roti. 

Namun, Mulyono merasa ada yang janggal ketika aktivitas di rumah tersebut selalu tertutup. Ia mengatakan aktivitas keluar masuk rumah tersebut biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari.

“Biasanya keluar kalau pagi, mobil keluar langsung ditutup lagi, sore sekitar jam 4-an juga masuk langsung ditutup lagi, nggak pernah ada komunikasi. Berbeda dari yang ngontrak di sini sebelumnya Mas,” ujar Mulyono.

Sebelumnya rumah tersebut dikontrak oleh seseorang dan digunakan untuk memproduksi sarang walet. Aktivitas yang dilakukan oleh penghuni sebelumnya juga selalu terbuka kepada warga sekitar.

“Kalau yang dulu saya juga tahu dalamnya seperti apa. Saya suka masuk ngobrol juga sama pegawainya, tapi kalau sekarang nggak pernah ada komunikasi sama sekali. Ini rumahnya memang beberapa kali dikontrakkan,” pungkas Mulyono.

Diberitakan sebelumnya, anggota BNN menggerebek sebuah rumah kontrakan di Jalan Halmahera Nomor 27, Semarang Timur, yang diduga dijadikan sebagai pabrik pil PCC. Mereka juga secara serentak melekukan penggerebekan di dua kota lain yakni Solo dan Tasikmalaya. 

Dua orang tersangka yang diduga sebagai pengendali yakni Joni dan Ronggo serta beberapa orang pekerja lainnya diamankan oleh petugas. Hingga kini petugas masih melakukan pendataan di lokasi. (fen)

You might also like

Comments are closed.