Pansus Minta PKL Kembali Tempati Shelter Suryokusumo

METROSEMARANG.COM – Pedagang Kaki Lima (PKL) di pedestarian Jalan Tlogosari Raya Kota Semarang yang sudah direlokasi ke Shelter PKL Suryokusumo kembali ke lokasi semula. Pasalnya, mereka mengeluhkan setelah 3 bulan menempati shelter pembelinya sepi.

Ketua Pansus Penataan dan Pemberdayaan PKL saat tinjauan di Shelter PKL Suryokusumo, Senin (11/12). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Mereka mempersoalkan sistem relokasi atau pemindahan pedagang oleh dinas terkait yang dinilai tebang pilih. Hanya sebagian pedagang yang dipindah, sementara pedagang lainnya masih dibiarkan berjualan di pinggir Jalan Tlogosari Raya. Sehingga pembeli enggan masuk ke shelter dan tentu saja memilih berjalan di pinggir jalan yang dekat.

“Misalkan kami berjualan topi, sementara di pinggir jalan juga sudah ada PKL yang menjual topi, tentu saja pembeli tidak akan mau jauh-jauh ke shelter dan memilih beli di pinggir jalan,” kata Ari Setyabudi, koordinator para PKL kepada Anggota Pansus Penataan dan Pemberdayaan PKL DPRD Kota Semarang yang melakukan tinjauan ke Shelter Suryokusumo, Senin (11/12).

Mereka menghendaki pemindahan dilakukan secara sistem bedol desa, yaitu pindah semuanya secara bersama-sama ke shelter. Sehingga shelter akan menjadi ramai dan pembelinya juga ramai.

Budi Suprihatin, PKL lainnya juga mengatakan pemerintah kota tidak memberi penjelasan yang baik terkait relokasi. Para PKL yang masih berada pedestarian Jalan Tlogosari Raya selalu diminta untuk pindah. Padahal Shelter PKL Suryokusumo sudah penuh.

“Kami tanya ke camat dan lurah jawabannya tidak memuaskan. Setelah kami tanya ke anggota dewan baru kami tahu ternyata Shelter PKL Suryokusumo tanggap 2 yang sedang dibangun akan diperuntukan bagi kami,” katanya.

Sementara itu Ketua Pansus Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL DPRD Kota Semarang, Joko Susilo menjelaskan, pihaknya berharap PKL yang sudah pindah ke Shelter Suryokusumo namun kembali ke Jalan Tlogosari Raya, mau kembali menempati shelter. Pihaknya juga akan meminta ke Dinas Perdagangan melakukan inovasi agar shelter bisa ramai pembeli.

Dia juga meminta PKL yang belum dipindah agar bersabar menunggu proses pembangunan Shelter tahap 2 yang sedang dalam proses pembangunan selesai.

“Tadi ada Pak Agus perwakilan dari Dinas Perdagangan yang sudah mengklarifikasi, bahwa shelter Suryokusumo tahap 2 ini untuk PKL yang sebelumnya berjualan di Jalan Tlogosari. Jadi jangan khawatir semua akan diakomodir, saya minta dijaga dan jangan pindah ke jalan lagi,” tegasnya. (duh)