Home > METRO BERITA > Pansus Temukan Tempat Hiburan Akali Pembayaran Pajak Online

Pansus Temukan Tempat Hiburan Akali Pembayaran Pajak Online

METROSEMARANG.COM – Pansus Perubahan Perda tentang Pajak Hotel, Restoran dan Tempat Hiburan DPRD Kota Semarang menemukan pembayaran pajak sistem online belum dijalankan dengan benar. Ada tempat hiburan yang belum membayarkan secara real time.

Pansus perubahan perda pajak saat tinjauan lapangan di tempat hiburan Babyface, Rabu (24/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu ditemukan Pansus saat melakukan tinjauan lapangan di tempat karaoke Babyface di Jalan Puri Anjasmoro Semarang, Rabu (24/5). Tempat karaoke bertarif kisaran Rp 1,8 juta per paket room ini diketahui membayarkan pajaknya secara bulanan, di akhir bulan.

Pembayaran seperti sistem konvensional ini dinilai pansus menunjukkan sistem online masih bisa ‘diakali’. ”Seharusnya real time, kalau ada customer membayar data transaksi dan pajaknya langsung masuk server dan bisa diketahui publik,” kata Ketua Pansus Wachid Nurmiyanto.

Sesuai aturan pajak tempat hiburan sebesar 25% dari pendapatan. Meski cukup tinggi namun beban pajak ini dibebankan kepada customer. Karena itu harapannya pengelola tempat hiburan dapat mematuhi aturan sistem online pembayaran pajak secara benar.

”Pajak 25% itu kan jatuhnya ke konsumen, sedangkan pengelola tempat hiburan ibaratnya hanya mengumpulkannya saja,” tegasnya.

Sementara itu, Admin Babyface Farid menyatakan, pembayaran pajak memang dilakukannya secara bulanan. Sebab pemberitahuan dari bank yang menjadi operator sistem online juga setiap akhir bulan. Pembayaran langsung dipotong dari deposit miliknya di bank.

”Jadi kami harus punya deposit dulu di bank, setiap bulan kami akan diberi tahu pajak yang harus dibayarkan dan akan langsung diambilkan dari deposit. Kalau kurang kami akan menambahi,” ungkapnya.

Menurutnya, laporan pembayaran pajak dari bank sebenarnya bisa real time setiap ada transaksi customer atau setiap hari. Namun demikian, ia mengklaim baik real time maupun bulanan sebenarnya nilai pajak yang dibayar sama saja, tidak ada yang dikurangi.

”Sebenarnya bisa real time, tapi juga kami buat apa kalau minta diberikan laporan pajaknya setiap hari. Setiap bulan kami dapat rekonnya dari bank,” pungkasnya. (duh)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link