Parah! Galian C di Jateng Dibekingi Aparat hingga Pejabat

Proyek Galian C di Cepogo, Kabupaten Boyolali yang sempat dihentikan beberapa waktu lalu. Sebagian besar Galian C di Jateng dilindungi oknum aparat hingga pejabat. Foto Metrojateng/MJ-07
Proyek Galian C di Cepogo, Kabupaten Boyolali yang sempat dihentikan beberapa waktu lalu. Sebagian besar Galian C di Jateng dilindungi oknum aparat hingga pejabat. Foto Metrojateng/MJ-07

SEMARANG – Meski jelas-jelas melanggar hukum, aktifitas galian C selama ini bisa dibilang tidak tersentuh. Ternyata hal itu dikarenakan semua galian C di Jateng dilindungi oleh aparat atau penguasa setempat.

Dalam rapat jajaran Pemprov Jateng di Gubernuran, Selasa (10/2) terungkap siapa saja yang menjadi beking galian C. Sayangnya metrojateng.com belum diizinkan mempublikasikan nama-nama tersebut untuk keperluan penyelidikan.

Rata-rata pelindung atau beking galian C adalah oknum polisi dan TNI. Di beberapa daerah, ada juga beking dari anggota Dewan, pejabat pemkab, bahkan bupati setempat.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Teguh Dwi Paryono mengatakan, dirinya telah mengetahui siapa saja beking tersebut. Oleh karena itu Pemprov Jateng mengajak Polda Jateng untuk menggerebek galian satu persatu.

Di Semarang, penggerebekan telah dilakukan di galian C Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, pekan lalu. Petugas menyita 10 truk dan menangkap tiga operator begu serta dua penanggung jawab. “Di situ juga katanya ada beking aparatnya, tapi sampai sekarang belum muncul dalam pemeriksaan,” katanya.

Terbaru, Dinas ESDM dan Polda Jateng menggerebek galian C di bukit Bambankerep, Ngaliyan, Semarang, Selasa (10/2). Empat truk pengangkut galian dan dua begu disita.

Petugas gabungan sempat dihalang-halangi sekelompok orang yang mengaku anggota TNI. Namun petugas tetap tidak menyerah. Tercatat tujuh pekerja yang terdiri atas satu penanggung jawab, dua operator begu dan empat sopir dijadikan tersangka oleh Polda Jateng. Sedangkan satu oknum TNI diserahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom). (byo)