Home > METRO BERITA > PERISTIWA > Windha dan Nikitha, Pasangan Lesbi Semarang yang Kompak Jadi Maling Motor

Windha dan Nikitha, Pasangan Lesbi Semarang yang Kompak Jadi Maling Motor

Windha dan Nikitha, kaos bergaris dan kaos merah, sepasang lesbian yang menjadi pelaku curanmor. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya
Windha dan Nikitha, kaos bergaris dan kaos merah, sepasang lesbian yang menjadi pelaku curanmor. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Windha Ana Carisca (23) dan Nikitha Intania Bramasto (28), dua wanita pelaku pencurian kendaraan bermotor yang ditangkap petugas Resmob Polrestabes Semarang, Kamis (11/12) kemarin, dikenal nekat saat menjalankan aksinya.

Dua wanita yang juga seorang pasangan lesbian tersebut, kompak mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Mio H 5190 QP yang terparkir di teras rumah milik wanita tua, Sulasah (61), warga kampung Gisik Rejo, RT 07 RW 1, Bandarharjo, Semarang Utara. Aksi keduanya terjadi Rabu (10/12) sekitar pukul 02.00 dinihari.

Kepada wartawan, Windha mengaku memperoleh keahlian mencuri dari salah seorang tersangka lain bernama Dimas. “Saya yang minta diajari Dimas. Karena pengen punya uang lebih makan sama main,” tutur warga Kebonharjo tersebut, di Mapolrestabes Semarang, Jumat(12/12) siang

Ia lantas mengajak Nikitha, kekasih hatinya yang juga seorang wanita untuk mencuri. Winda diketahui sudah dua kali menjalankan aksinya, sebelum menggasak motor bersama kekasihnya tersebut, ia sempat mencuri motor Yamaha R6 bersama Dimas di jalan Brotojoyo, 2 Desember lalu.

Sementara, sang kekasih Nikitha yang tinggal di jalan Brumbungan Semarang, mengaku mengenal Windha sejak tiga tahun yang lalu.

“Kami mulai berpacaran sejak dua bulan yang lalu, saya tahu dia seorang wanita,” ucap wanita yang berprofesi sebagai seorang pemandu karaoke tersebut.

Belum sempat menikmati hasil dari mencuri, keduanya ditangkap setelah aksinya terendus jajaran Resmob Polrestabes Semarang. Kedua terlihat tertatih-tatih dan enggan menunjukan wajahnya saat digelandang petugas.

Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. (Yas)