Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Pasangan Selingkuh? Lakukan 3 Hal Ini

Pasangan Selingkuh? Lakukan 3 Hal Ini

Ilustrasi
Ilustrasi

MUNGKIN tidak ada hal yang lebih menyakitkan dalam sebuah hubungan selain diselingkuhi pasangan. Entah pria atau wanita, apabila mereka menjadi obyek perselingkuhan, umumnya merasa sedih, kecewa, syok, dan marah.

Bagi para pria, saat mengetahui kekasihnya selingkuh dengan pria lain, mereka akan memilih untuk langsung mengakhiri hubungan. Namun bagi sebagian besar wanita, mereka justru mencari cara untuk mempertahankan hubungan dan memberikan peluang kepada pasangannya untuk menyakitinya lagi suatu saat nanti.

Lalu apa yang harus dilakukan wanita saat mengetahui pasangannya berselingkuh?

1. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Perselingkuhan pasangan harusnya menjadi tanda bahwa si dia bukan lelaki terbaik untuk Anda. Entah apapun alasannya berselingkuh, namun perbuatannya menunjukkan bahwa dia tidak setia dan tidak menghargai Anda. Jika dia memang mencintai Anda, dia akan berusaha setia dan menjadi yang terbaik untuk Anda. Namun, perselingkuhannya dengan wanita lain menunjukkan bahwa dia tidak mencintai Anda sepenuhnya. Maka, jangan keburu menyalahkan diri sendiri, karena masalahnya mungkin bukan pada diri Anda, namun pada diri pasangan.

2. Jangan Mengorek Terlalu Dalam

Wanita yang baru saja mengetahui perselingkuhan pasangannya biasanya berusaha mengorek lebih dalam tentang siapa yang jadi selingkuhan pasangannya, sejauh apa hubungan mereka, dan lain sebagainya. Namun, sebaiknya jangan lakukan ini. Sebab, semakin banyak tahu, Anda akan semakin sakit dan berpikir negatif. Jangan buang energi, waktu dan pikiran Anda untuk mengorek lebih dalam tentang perselingkuhan kekasih. Sebaliknya, gunakan waktu untuk memikirkan kelanjutan hubungan Anda dengannya.

3. Jangan Melabrak Si Selingkuhan

Saat hati sedang marah, ingin rasanya kita mendatangi si selingkuhan dan melabraknya sampai seluruh isi hati kita kosong plong. Namun percayalah, cara ini bukan cara yang elegan untuk menuntaskan kemarahan. Bukan dia yang layak untuk Anda labrak, karena dia bukan orang yang berkomitmen untuk setia dan jujur pada Anda. Jika ingin menuntaskan kemarahan, marahilah pasangan Anda yang sudah tidak setia pada Anda. Setelah itu, putuskan, apakah Anda dapat menerima pasangan dengan peristiwa buruk tersebut, atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan membiarkan pasangan melanjutkan perselingkuhannya. Biarkan hati Anda yang berbicara. (ren)