Home > METRO BERITA > Pasar Burung Kartini Dibanjiri Pedagang Mremo Tiap Akhir Pekan

Pasar Burung Kartini Dibanjiri Pedagang Mremo Tiap Akhir Pekan

Meningkatnya jumlah pengunjung di akhir pekan, membuat sejumlah pedatang dari luar daerah juga ikut mremo di Pasar Kartini. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Meningkatnya jumlah pengunjung di akhir pekan, membuat sejumlah pedatang dari luar daerah juga ikut mremo di Pasar Kartini. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Memasuki akhir pekan, Pasar Burung Kartini Semarang, masih menjadi tujuan utama para penggila burung. Bagaimana tidak, tidak hanya pembeli yang memburu berbagai jenis burung, pedagang dadakan yang berasal dari dalam dan luar daerah juga ikut mremo di area yang dihuni sekitar 140 PKL tersebut.

Pedagang dadakan atau yang lebih dikenal dengan ‘pedagang tiban’ tersebut biasanya mulai berdatangan di pagi hari. “Kalau Sabtu sama Minggu, pasti banyak pedagang tiban yang datang. Mereka membuka lapak di sudut-sudut yang tersisa,” tutur Ngadiyono (34), pengurus Paguyuban Pesona Pedagang Burung Semarang (PPPBS) saat di temui metrosemarang.com Sabtu (18/10).

Ia mengatakan, kebanyakan pedagang tersebut didominasi oleh pedagang luar daerah seperti Ambarawa, Ungaran, Kendal bahkan hingga Temanggung. Meski mereka ikut berjualan berhimpitan di lapak-lapak yang di kelola paguyaban, pedagang setempat tidak merasa keberatan. “Mereka kan juga sama-sama mencari makan dan datang cuma di akhir pekan,” imbuhnya.

Sementara, Suyatno (45) salah seorang pedagang tiban asal Ambarawa mengaku lebih memilih berdagang di Semarang saat akhir pekan karena tergiur keuntungan yang cukup besar. “Sabtu sama Minggu mending ke sini. Meski jauh, pembelinya lebih banyak, harganya juga bagus,” ucap pria yang menjual burung Pleci tersebut. (yas)