Home > METRO BERITA > Pasar dan TPI Tambaklorok Semarang Segera Dibangun

Pasar dan TPI Tambaklorok Semarang Segera Dibangun

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang akan membangun Pasar Tambaklorok dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara yang kondisinya saat ini tidak layak. Pemkot telah menganggarkan dana sebesar Rp 50 miliar secara multiyears.

Perajin ikan asin di Tambaklorok. Foto: metrosemarang.com/dok

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Pasar Tambaklorok di kawasan pesisir utara Semarang itu kondisinya perlu perhatian serius. Bahkan Presiden Joko Widodo pernah menyempatkan diri datang ke situ. ”Artinya, Presiden saja juga sangat komitmen dan peduli untuk peningkatan warga di situ,” katanya, Kamis (2/2).

Diakui, jika melihat kondisinya di lapangan Pasar Tambaklorok dan TPI masih belum layak. Apalagi melihat Kota Semarang adalah sebagai Ibu Kota Jawa Tengah. Karena itu, ketika ada peluang dari Dirjen Perumahan dan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun pasar maka akan langsung diambil.

”Jadi, ada peluang dari Dirjen untuk membantu memperjuangkan pembangunan Pasar Tambaklorok dan TPI di level pemerintah pusat. Kita bertermikasih. Nantinya pasar dan TPI akan kita tingkatkan sehingga pedagang dan pembelinya bisa nyaman, aktifitas ekonominya bisa tumbuh dengan baik dan warganya jadi lebih sejahtera,” ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi.

Kepala Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Agus Riyanto mengatakan, pihaknya telah menganggarkan secara multiyears anggaran untuk pembangunan Pasar Tambaklorok dan TPI sebesar Rp 50 miliar. Rencana pembangunan akan dilakukan selama dua tahun.

”DED (detail enggineering designnya) sudah tahun lalu. Tahun ini mulai pembangunan fisik oleh pemerintah pusat. Tapi nanti Dinas Pekerjaan umum Kota Semarang akan membangun infrastruktur jalannya,” katanya.

Pasar Tambaklorok akan dibangun seluas 1.200 m2. Terdiri dari dua lantai masing-masing seluas 600 m2. Sedangkan kapasitasnya akan mampu menampung lebih dari 100 pedagang yang merupakan nelayan dari warga sekitar. (duh)