Home > METRO BERITA > METRO JATENG > PDIP Jateng Ancam Pecat Kader yang Minta Mahar Pilkada 2017

PDIP Jateng Ancam Pecat Kader yang Minta Mahar Pilkada 2017

METROSEMARANG.COM – Petinggi DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, mengancam bakal memberhentikan kadernya yang kedapatan meminta mahar kepada kandidat kepala daerah yang ikut Pilkada 2017 nanti.

Konsolidasi Pemenangan Pilkada Serentak 2017 PDI Perjuangan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Konsolidasi Pemenangan Pilkada Serentak 2017 PDI Perjuangan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang ‘Pacul’ Wuryanto mengatakan tak akan segan-segan untuk menjatuhkan sanksi tegas bagi mereka yang ketahuan memalak tiap calon kepala daerah.

“Saya tegaskan bahwa siapapun yang minta mahar akan saya parkirkan saat itu juga. Tidak ada toleransi lagi,” kata Bambang, Kamis sore (22/9).

Ia menerangkan upaya itu untuk meningkatkan citra partai besutan Megawati Soekarnoputri sebagai parpol yang bersih dari mahar politik.

Sebab, menurutnya mahar Pilkada justru merusak ritme pencalonan tiap kadernya yang dianggap potensial memimpin di tujuh daerah pada tahun depan.

“Kalau ada sumbangan sukarela dari mereka itu tidak masalah karena sifatnya untuk membiayai perangkat pemilihan umum. Salah satunya memberikan biaya pembuatan pamflet-pamflet dan lain sebagainya,” bebernya lagi.

Lebih jauh lagi, ia menegaskan bahwa peta kekuatan politik menjelang Pilkada 2017 kini mulai terlihat jelas. Bahkan, ia berani menyebut duet pasangan calon (paslon) di Kabupaten Batang Lafran-Nurhaji Slamet Urip masih bisa meraup basis suara maksimal dibandingkan kompetitornya.

“Asalkan Yoyok (Bupati Batang) tidak nyalon, semuanya masih punya peluang,” cetusnya.

Lain halnya dengan enam paslon yang diusung PDIP di daerah lainnya. Menurutnya, kemenangan tiap paslon di tahun depan ditentukan kelihaian ‘komandannya’ dalam berpolitik.

“Komandan di tiap daerah tahun depan menentukan kemenangan tiap pasangan,” tukasnya. (far)