Home > METRO BERITA > Warga Semarang Pecahkan Rekor Makan Getuk Terbanyak Sedunia

Warga Semarang Pecahkan Rekor Makan Getuk Terbanyak Sedunia

image

SEMARANG – Dulu gethuk merupakan makanan strata bawah. Namun kini menjadi makanan yang diminati semua kalangan dimana saja baik tua, muda, maupun anak-anak. Upaya menjadikan gethuk makanan semua kalangan ini coba dilakukan oleh Pemkot Semarang.

Minggu (31/8/2014), bertempat di Lapangan Jatisari, Kecamatan Mijen diadakan Pemecahan Rekor Muri ‘Gerakan Makan Gethuk Bersama’. Acara ini diikuti oleh ribuan peserta dari pelajar, pejabat hingga masyarakat di wilayah Kecamatan Mijen dan sekitarnya

‘’Saya bangga dengan Mijen yang dapat mengangkat potensi lokal di wilayahnya. Setelah sebelumnya di awal tahun ini baru saja mengadakan festival durian, kali ini mengangkat Gerakan Makan Gethuk Bersama yang dilaksanakan pada acara Festival Buah dan Pemecahan Rekor Muri makan Gethuk bersama,’’ kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrabnya, berharap agar event seperti ini jangan sampai hilang begitu saja. Dipertahankan dengan cara terus menggali potensi-potensi lain yang ada di wilayah ini. Dirinya yakin bahwa masih banyak  potensi yang bisa dikembangkan dengan cara – cara kreatif dan menarik melalui festival semacam ini.

Event semacam ini dapat memperkenalkan dan menumbuhkan kebiasaan pada masyarakat khususnya warga Semarang untuk gemar memakan ketela. Kandungan gizinya tak kalah dengan beras makanan sehari-hari.

Selain itu, bisa juga sebagai pengganti makanan pokok nasi yang kini harganya kadang melambung. ‘’Dengan harga terjangkau, gethuk ini dapat dijadikan sebagai makanan pengganti nasi,’’ paparnya.

Data dari Manager MURI, Sri Widayati mengatakan, jumlah peserta yang ikut Rekor MURI tercatat 3.222 peserta. Padahal sehari sebelumnya yang mendaftar hanya 2000 peserta. Namun pas hari pelaksanaan jumlah peserta yang antusias hingga mencapai 3.222 peserta. ‘’Sungguh ini rekor pertama yang baru dipecahkan di Kota Indonesia,’’ kata Sri Widayati setelah pemecahan rekor Muri.

Hendi  menyampaikan, suatu hal yang sangat luar biasa, bila dulu gethuk merupakan makanan strata bawah kini menjadi makanan yang diminati semua kalangan dimana saja baik tua, muda, maupun anak-anak. Sehingga kedepannya gethuk akan laku keras, dan masyarakat petani  dapat meningkatkan kesejahteraannya dari  menanam ketela. (MS-13)