Home > METRO BERITA > Pedagang Ikan Basah Akhirnya Siap Pindah Setelah DED RTH Beres

Pedagang Ikan Basah Akhirnya Siap Pindah Setelah DED RTH Beres

METROSEMARANG.COM – Pedagang ikan basah harus menempati Pasar Rejomulyo baru ketika Detail Engineering Design (DED) pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sudah jadi. Diperkirakan, DED selesai sekitar bulan April dan segera dimulai pembangunan RTH.

Pedagang Pasar Rejomulyo mengikuti sosialisasi dari Dinas Perdagangan Kota Semarang, Senin (6/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disepakati antara pedagang ikan basah dan Dinas Perdagangan Kota Semarang dalam sosialisasi relokasi di Pasar Rejomulyo baru, Senin (6/2). Setelah berjalan panas, sosialisasi diperoleh kesepakatan pedagang siap pindah tersebut.

RTH akan dibangun di lahan Pasar Rejomulyo lama atau Pasar Kobong. ”Jadi intinya (kesimpulanny) pedagang ikan basah sudah tidak ada masalah, sudah menempati, hanya mereka akan pindah setelah RTH mulai dibangun. Kami akan lapor wali kota,” kata Fajar.

Apabila RTH sudah mulai dibangun, kata dia, otomatis pedagang akan segera menempati lapak yang disediakan. Dengan hasil ini, relokasi pedagang Pasar Rejomulyo sudah selesai. Dirinya nanti hanya tinggal menunggu kebijakan dari wali kota untuk memerintahkan Satpol PP menutup calon lokasi RTH.

”Target (pembongkaran Pasar Kobong) tergantung wali kota setelah nanti kami melapor. Kapan beliau akan memerintahkan Satpol untuk menutup lokasi Pasar Kobong. Begitu lelang DED RTH dimulai langsung akan ada pemagaran,” katanya.

Koordinator Bidang Hukum Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Zaenal Abidin Petir menegaskan, pedagang tidak akan nyerimpeti kebijakan wali kota. Pedagang akan tunduk dan mematuhi kebijakan wali kota.

”Hanya saja tolong Pasar Rejomulyo yang mau ditempati harus layak dulu. Karena sangat belum layak, pedagang yang punya luasan sekitar 100 m2 hanya diganti 60 m2,” katanya.

Selama menuggu DED RTH jadi, dia meminta kekurangan di Pasar Rejomulyo harus diperbaiki. Pedagang siap menunggu sampai DED RTH jadi. ”Nah dalam proses DED pasar ya diperbaiki dulu, dibikin layak, jangan sampai masih seperti ini. Kalau seperti ini kami khawatir pedagang tidak akan bisa bersaing dan mati,” katanya. (MG04/duh)