Home > METRO BERITA > Pedagang Keluhkan Aliran Listrik di Pasar Waru Tak Kunjung Menyala

Pedagang Keluhkan Aliran Listrik di Pasar Waru Tak Kunjung Menyala

METROSEMARANG.COM – Pedagang Pasar Waru mengeluhkan kondisi pasar yang belum teraliri listrik paska kebakaran. Akibatnya aktifitasnya terganggu karena tidak dapat berjualan sebab kondisi pasar gelap. Mereka meminta listrik bisa secepatnya menyala.

Pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru mulai berjualan di Jalan Sawah Besar, Senin (21/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh
Pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Waru mulai berjualan di Jalan Sawah Besar, Senin (21/11). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Keluhan disampaikan pedagang ketika Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, didampingi dinas terkait melakukan tinjauan ke pasar, Rabu (30/11). Dalam tinjauan itu, Hendi-sapan akrab wali kota, mengecek pembangunan lapak sementara.

Setelah terbakar 18 November lalu, lapak sementara yang diperuntukan bagi pedagang korban kebakaran sudah 20 persen dibangun. Baja ringan untuk kontsruksi lapak sudah ditata di depan Jalan Sawah Besar yang jadi tempat relokasi.

Dari pantaun di lapangan, kondisi Pasar Waru hari ini terdapat genangan air di beberapa titik. Karena hujan pagi tadi yang mengakibatkan aktivitas pedagang terganggu. Namun transaksi jual beli dari masyarakat masih cukup ramai.

Salah satu pedagang sembako, Sartini mengatakan, pedagang sudah berusaha melaporkan ke PLN untuk menghidupkan kembali aliran listriknya. Namun karena proses administrasi yang rumit, dia enggan melanjutkan dan memilih berjualan dengan kondisi seadanya.

”Kami sudah melaporkan ke PLN tapi malah disuruh minta surat ke RT, RW dan kelurahan,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan listrik yang mati hari ini atau paling lambat besok sudah menyala. Listrik sengaja dimatikan karena menghindari hal yang tidak dinginkan karena sebelumnya terjadi kebakaran.

”Kami memastikan PLN akan kembali menghidupkan listrik di pasar setelah berkordinasi dengan PLN Sejak seminggu yang lalu. Kalau tidak hari ini paling lambat besok menyala,” katanya.

Sementara Hendrar Prihadi mengatakan, kontraktor yang mengerjakan pembangunan lapak sementara harus selesai tepat waktu selama 3 minggu sebelum 15 Desember. Sedangkan untuk proses pengerjan fisik Pasar Waru akan dimulai 2017 karena Detail Enginering Designnya sudah ada. (duh)

Tinggalkan Balasan