Home > METRO BERITA > Pedagang Pasar Rejomulyo Pindah Bertahap ke Lokasi Baru

Pedagang Pasar Rejomulyo Pindah Bertahap ke Lokasi Baru

METROSEMARANG.COM – Pedagang bumbon dan pedagang ikan asin akan lebih dahulu menempati Pasar Rejomulyo (pasar kobong) yang baru di Pengapon Kota Semarang. Mereka diberikan batas waktu untuk pindah dari Pasar Rejomulyo lama yang saat ini masih ditempati hingga minggu ketiga bulan Januari ini.

Lokasi baru Pasar Rejomulyo yang dianggap belum sesuai keinginan pedagang. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Deadline minggu ketiga semua pedagang harus pindah ke Pasar Rejomulyo baru kecuali ikan basah’’, kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Minggu (8/1).

Soal keluhan dari pedagang ikan asin tempat dasarannya tidak sesuai spesifikasi, Fajar memberikan opsi pedagang boleh membangun dasaran dari kayu sesuai keinginannya. Pembangunan dasaran tempat dagangan itu dilakukan swadaya dari pedagang sendiri.

‘’Karena pedagang ikan dasarannya harus kayu. Tapi konsep pembuatannya Dinas Perdagangan akan membantu karena semua bahannya harus sama. Tapi hari Senin (9/1) sampai Sabtu (14/1) pedagang bumbon dan ikan asin harus sudah pindah’’, katanya.

Sementara untuk pedagang ikan basah, kepastian kepindahannya kapan masih menunggu rencana pertemuan pedagang dan wali kota. Pihaknya berencana akn mengajak perwakilan pedagang untuk melakukan pembicaraan secara internal dengan wali kota dan juga anggota dewan.

‘’Sedangkan untuk memasukkan pedagang ikan basah ke Pasar Rejomulyo yang baru, ada kesulitan dengan luasan dan fasilitas yang ada di sana. Kita akan dilaporkan ke Pak Wali mengenai permasalahan ini dan mungkin ada komunikasi internal antara pedagang dengan Pak Walikota’’, katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, Suwanto mengatakan, setuju pemindahan lebih dulu pedagang bumbon dan pedagang ikan asin dari pada pedagang ikan basah.

‘’Saya setuju yang dipindah duluan ikan asin, pindang, bumbon. Untuk ikan basah kami usahakan pedagang swadaya sendiri membangun pasar dulu dengan spek yang diingkan pedagang,’’ katanya. (duh)