Home > METRO BERITA > Pedagang Rejomulyo Keluhkan Ketiadaan Saluran Air Bersih

Pedagang Rejomulyo Keluhkan Ketiadaan Saluran Air Bersih

METROSEMARANG.COM – Proses boyongan pedagang Pasar Kobong ke bangunan baru Pasar Rejomulyo mulai dilakukan hari ini, Rabu (25/1). Namun, sejumlah fasilitas di dalam pasar dikeluhkan oleh pedagang.

Pedagang sudah membuka lapaknya di Pasar Rejomulyo baru, Rabu (25/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sementara itu, meski merasa senang karena pasar baru lebih rapi dan bersih, pedagang warung makan, Sadikin, mengaku kecewa dengan Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Perdagangan. Sebabnya warung makannya di lantai dua pojok belum ada saluran air bersih dan pembuangan airnya. “Belum ada saluran air, pembuangan juga belum ada,” ujar Sadikin.

Dia mengatakan saluran itu seharusnya ada. Karena air kebutuhan pokok, kalau tidak ada maka tidak akan bisa berjualan. Ia pun menyatakan tidak akan berjualan sebelum saluran itu dibangun.

“Dan sebelum dibangun saya akan tetap berjualan di pasar lama (Pasar Kobong),” katanya yang puluhan tahun berjualan di Pasar Kobong.

Dia mengaku sebelumnya sudah menyampaikan kekurangan saluran itu. Dan Dinas Perdagangan sudah menjanjikan akan segera memperbaiki. Namun sampai pindah hari ini nyatanya belum dibangun saluran itu. “Ukuran lapak lebih kecil tidak apa-apa, hanya 4,5×1,5 meter dari di pasar lama 3×7 meter. Tapi saluran airnya harus ada,” katanya.

Sementara itu petugas retribusi Dinas Perdagangan yang tidak mau disebut namanya, menyebutkan total jumlah pedagang yang pindah hari ini 133 pedagang. Terdiri dari pedagang bumbon, sembako, warung makan, dan ikan asin.

Untuk pindah ke pasar baru dan kembali berjualan, pedagang juga harus membangun lapaknya dulu. Ada sebagian pedagang yang belum selesai. Untuk membangun lapak ini rata-rata pedagang menghabiskan dana Rp 15 – 25 juta. (duh)