Home > METRO BERITA > Pekan Depan, 1.000 Orang akan Resik-Resik di Kota Lama Semarang

Pekan Depan, 1.000 Orang akan Resik-Resik di Kota Lama Semarang

METROSEMARANG.COM – Gerakan penataan Kota Lama Semarang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan tema Karya Bakti Massal Resik-Resik Kota Lama Semarang pada 13 November nanti. Sekitar 1.000 orang direncanakan akan turut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan resik-resik Kota Lama, Minggu (31/1). Kegiatan serupa akan dilakukan pada Minggu (13/11) pekan depan Foto: metrosemarang.com/dok
Kegiatan resik-resik Kota Lama, Minggu (31/1). Kegiatan serupa akan dilakukan pada Minggu (13/11) pekan depan
Foto: metrosemarang.com/dok

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, kegiatan bersih-bersih Kota Lama yang akan melibatkan ribuan orang tersebut sebagai bagian program revitalisasi Kota Lama Semarang. Berbagai elemen dari masyarakat sudah menyatakan bersedia untuk ikut serta langsung.

Selain dari Kodim, Polrestabes, Lanal, SKPD, Bhayangkari, Penggerak PKK, Pramuka, resik-resik Kota Lama ini juga akan diikuti oleh komunitas-komunitas yang ada di Semarang. Terdapat puluhan hingga ratusan komunitas yang ada di Kota Altas ini.

‘’Pejabat-pejabat penting juga akan ikut dalam kegiatan ini seperti Gubernur, Kapolda, Pangdam, Kapolrestabes, Kajati dan juga masyarakat umum,’’ kata Ita, sapaan akrab Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sabtu (5/11).

Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang ini menambahkan, setiap sudut Kota Lama Semarang akan dibersihkan secara bergotong royong. Para peserta akan membersihkan seperti selokan, rumput, sampah, pengecetan hingga penanaman pohon untuk penghijauan.

Kegiatan bersih-bersih itu, khususnya akan dilakukan di antaranya di Jalan Cendrawasih, Jalan Branjangan, Jalan Nuri, Jalan Soeprapto, Mberok, Taman Garuda, dan tempat lainnya. Sehingga diharapkan kawasan Kota Lama akan kembali terlihat bersih dan rapi.

‘’Para pemilik bangunan tua di Kota Lama juga sudah kami ajak berkumpul dan berkoordinasi, untuk memudahkan penataan Kota Lama dengan melakukan perawatan gedung seperti pengecatan dan pembersihan tembok bangunan milik masing-masing,’’ tegas Ita. (duh)