Home > METRO BERITA > Pelanggan Obat Mercon Bikinan Munayir Kebanyakan Pelajar SMP

Pelanggan Obat Mercon Bikinan Munayir Kebanyakan Pelajar SMP

Pelanggan obat mercon bikinan Munayir kebanyakan pelajar SMP. Dalam dua minggu, dia bisa untung Rp 3 juta. Foto Metro
Pelanggan obat mercon bikinan Munayir kebanyakan pelajar SMP. Dalam dua minggu, dia bisa untung Rp 3 juta. Foto Metro

SEMARANG – Obat mercon bikinan Munayir dan Asromi ternyata sangat akrab beredar di kalangan para remaja. Terutama pelajar SMP di daerah Tembalang.

Menyebar dari mulut ke mulut rumah Munayir yang ada di Dusun Krasak, Rowosari, Tembalang menjadi tempat rujukan. “Kebanyakan yang beli anak-anak SMP. Awalnya ya dari mulut ke mulut. Soalnya dulu Pak Dhe saya kan juga jualan obat mercon itu,” ungkap Munayir kepada metrosemarang.com saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (24/7).

Dikatakannya, pada 2014, dirinya baru membuat obat mercon setelah memasuki minggu kedua bulan puasa. Karena banyaknya permintaan dan kekurangan tenaga, Munayir akhirnya mengajak Asromi (24). “Saya ndak bikin petasan, anak-anak (pelanggan-red) itu yang bikin petasan sendiri,” tuturnya.

Pria yang semula bekerja sebagai penjual kayu keliling tersebut mengaku tergiur untuk membuat obat mercon lantaran keuntungannya yang berlipat ganda. “Kalau dihitung, hasilnya lumayan. Tahun lalu dua minggu saja sudah dapat Rp 3 juta,” imbuhnya.

Sementara, Asromi mengaku hanya bertugas membantu, dan dijanjikan akan diberi upah  Rp 500 ribu. Namun belum sempat menikmati hasil kerjanya, pemuda yang saban hari bekerja sebagai kuli bangunan itu malah keciduk polisi. (les)