Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Pelatih Maung Ngora Kritik Kinerja Wasit

Pelatih Maung Ngora Kritik Kinerja Wasit

METROSEMARANG.COM – Pelatih Persib Bandung U-21, Budiman Yunus mengkritik kinerja wasit yang memimpin pertandingan timnya lawan Bhayangkara U-21. Namun, dia tetap bangga dengan perlawanan yang ditampilkan Gian Zola cs, sekaligus memuji kedisiplinan barisan pertahanan tuan rumah.

Keributan yang terjadi seusai laga Bhayangkara U-21 vs Persib U-21 di Stadion Citarum, Senin (17/10). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Keributan yang terjadi seusai laga Bhayangkara U-21 vs Persib U-21 di Stadion Citarum, Senin (17/10). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Persib gagal mendulang poin dalam lawatan ke markas Bhayangkara FC, Senin (17/10). Tim berjuluk Maung Ngora takluk lewat gol penalti yang dilesakkan M Rafli di awal babak kedua.

“Pertandingan yang menarik dan kami juga mendominasi permainan. Tapi sayang wasit hari ini tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Budiman, menyoroti kepemimpinan wasit Heru Santoso.

Eks Asisten Pelatih PSGC Ciamis menilai wasit asal Jakarta Utara itu kurang tegas dan kerap merugikan timnya. Dia mencontohkan insiden ketidaksinkronan waktu antara wasit utama dengan wasit keempat yang sempat memicu protes di pengunjung babak kedua.

“Saat asisten wasit memberi tanda injury time 2 menit, catatan waktu di wasit tengah menunjukkan pertandingan baru menit 42 dan jam saya juga masih mencatat menit 43. Artinya tidak ada koordinasi antara perangkat pertandingan,” keluhnya.

Persib U-21 (biru) gagal curi poin di Semarang. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Persib U-21 (biru) gagal curi poin di Semarang. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Situasi tersebut juga sempat memicu ketegangan usai peluit panjang dibunyikan. Keributan terjadi di bench pemain Persib. Entah siapa yang memulai, pemain-pemain tuan rumah juga terpancing emosi hingga terjadi bentrokan di tengah lapangan.

Beruntung, petugas keamanan bertindak cepat untuk mengatasi situasi sebelum keributan meluas. Ironisnya, keributan terjadi di hadapan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono yang juga Deputi Teknik dan Pembinaan Bhayangkara FC.

Budiman pun enggan membahas keributan yang melibatkan anak buahnya. Meski kecewa dengan kinerja wasit, eks bek timnas ini cukup puas dengan performa yang ditampilkan penggawa Maung Ngora.

“Pemain kami mampu mendominasi permainan, tapi pemain bertahan Bhayangkara juga bermain bagus hari ini. Kalah di Semarang bukan berarti kami menyerah lolos ke 8 besar. Kami masih punya tiga pertandingan yang bisa dimaksimalkan,” tegasnya.

Hingga pertandingan kelima, Persib baru mengoleksi lima poin hasil sekali menang, dua imbang dan dua kekalahan. Mereka masih belum beranjak dari peringkat 4 Grup 1. (twy)