Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Pelatih Persekap Akui Timnya Grogi Main di Jatidiri

Pelatih Persekap Akui Timnya Grogi Main di Jatidiri

METROSEMARANG.COM – Pelatih Persekap Pasuruan, Aris Budi Prasetyo mengakui keunggulan PSIS. Dia juga menyebut pemainnya tak biasa berlaga di hadapan ribuan suporter yang memadati Stadion Jatidiri.

Persekap Pasuruan kembali menelan kekalahan di laga kedua babak 16 besar ISC B. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Persekap Pasuruan kembali menelan kekalahan di laga kedua babak 16 besar ISC B. Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

Persekap berambisi bangkit usai kekalahan telak 0-4 di kandang PSGC Ciamis pada matchday 1 babak 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Namun, Laskar Suropati harus kembali tertunduk saat menyambangi Stadion Jatidiri, Minggu (9/10) sore.

Meladeni tuan rumah PSIS, gawang Persekap yang dikawal Arik Bachtiar sudah kebobolan dua gol saat laga berumur 20 menit. “Pemain kami sempat nerveous di babak pertama. Mereka tak biasa bermain ditonton ribuan suporter seperti di Semarang,” kata Aris Budi, usai pertandingan.

Performa Ali Khumaidi dkk mulai membaik di babak kedua dan sukses menipiskan skor melalui eksekusi penalti Bagus Tjahyono. “Saya instruksikan anak-anak agar bermain lepas dan terbukti mereka lebih bisa berkembang di babak kedua. Tapi, gol di menit akhir dari situasi set piece membuat mental pemain kembali down,” beber Aris.

Eks kapten Arema Malang itu juga menyebut hujan deras yang mengguyur sepanjang pertandingan juga samakin menyulitkan timnya tampil dengan performa terbaik. Hujan juga yang membuat mereka membatalkan sesi ujicoba lapangan sehari sebelumnya.

“Kami memang tidak terbiasa main dalam kondisi hujan. Bahkan saya juga selalu menghentikan sesi latihan saat terjadi hujan demi menjaga kesehatan pemain,” imbuh pelatih 41 tahun itu.

Kekalahan kedua membuat Persekap makin terpuruk di dasar klasemen tanpa sebiji poin. Namun, Aris belum akan lempar handuk dan bertekad memaksimalkan tiga laga kandang.

“Baru dua pertandingan, jadi persaingan masih ketat. Semua tim punya kans yang sama. Kami akan coba maksimalkan tiga laga kandang, termasuk lawan PSPS Pekanbaru tanggal 14 Oktober mendatang,” tandasnya.

Sementara, kemenangan 3-1 atas Persekap belum mampu mengerek posisi PSIS di papan klasemen. Johan Yoga cs masih tertahan di peringkat tiga dan baru mengemas tiga angka.

Posisi teratas Grup D masih dikuasai PSGC yang di saat bersamaan bermain imbang 1-1 kontra PSPS. Kedua tim sama-sama mengoleksi empat angka, tapi PSGC unggul produktivitas gol. (twy)