Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Pemain Terpukul, Tim Tersubur Harus Klimaks Lebih Cepat

Pemain Terpukul, Tim Tersubur Harus Klimaks Lebih Cepat

Hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI memberi pukulan telak buat pemain-pemain PSIS. Foto Metrosemarang/dok liga indonesia
Hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI memberi pukulan telak buat pemain-pemain PSIS. Foto Metrosemarang/dok liga indonesia

SEMARANG – PSIS harus kandas lebih cepat ketika tiket ISL sudah di depan mata. Keputusan diskualifikasi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberi pukulan telak bagi kubu Mahesa Jenar. Tim dengan produktivitas paling tinggi ini harus mengalami klimaks sebelum waktunya.

Kapten PSIS Fauzan Fajri mengaku kehabisan kata-kata saat mendapat informasi vonis yang dialamatkan pada timnya. “Saya masih belum percaya, kejadiannya seperti ini. Sedih pasti,” tuturnya.

Striker Hari Nur Yulianto juga mengungkapkan kekecewaan serupa. Menurutnya, perjuangan selama ini menjadi sia-sia. “Perjalanan tim ini hingga lolos ke semifinal tidak didapat dengan mudah. Perjuangan kami selama ini terasa sia-sia,” kata pemuda 25 tahun ini.

Ronald Fagundez pun mengaku terkejut dengan keputusan Komdis mendiskualifikasi PSIS. Padahal, gelandang berpaspor Uruguay itu punya optimisme tinggi terhadap skuad yang ada saat ini. “Sakit hati sekali. Kita sudah bersusah payah, tapi harus berakhir seperti ini,” ungkapnya.

Tiga pemain itu cukup mewakili perasaan penggawa jawara Liga Indonesia 1999 tersebut. Padahal, musim ini PSIS punya statistik yang cukup oke. Skuad arahan Eko Riyadi menjadi tim tersubur di antara kontestan Divisi Utama. Minus laga kontra PSS di Sleman, Fauzan Fajri dkk sudah menjaringkan 55 gol dalam 25 pertandingan atau 2,2 gol per gim.

Hari Nur dan Julio Alcorse menjadi penyumbang gol terbanyak dengan masing-masing membukukan 15 dan 13 gol. Keduanya hanya berjarak dua dan empat gol dari top skor sementara Yao Rudy Abblode. Dengan vonis ini, praktis peluang mereka untuk menambah pundi-pundi gol kandas. (*)