Home > METRO BERITA > Pembangunan JPO Pemuda Diduga Langgar Aturan

Pembangunan JPO Pemuda Diduga Langgar Aturan

image
Ilustrasi JPO. Foto Metrosemarang/dok wikipedia

SEMARANG – Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Pemuda Kota Semarang diduga menyalahi peraturan. Pembangunannya kini diadukan oleh sejumlah pihak ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
 
Aduan disampaikan oleh manajemen Paragon Mall, PT Cakrawala Sakti Kencana. Dalam surat aduannya, nomor 19/PMS/DIR/X/2014, Direktur PT Cakrawala Sakti Kencana Harry A Sutopo mempertanyakan, terbitnya izin lokasi pembangunan JPO dengan nomor IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) 644/1522/BPPT/VIII/2014.
 
Menurutnya, lokasi JPO yang terletak di depan area lahan Paragon Mall (2), tepatnya di depan area parkir Wika, membuatnya merasa keberatan. Berdasarkan pertimbangan dan evaluasinya, adanya pembangunan JPO di depan properti miliknya itu akan menimbulkan beberapa masalah.
 
‘’Akan mengurangi estetika lingkungan area parkir Paragon Mall. Selain itu, area tersebut akan segera dibangun untuk Paragon 2. Padahal lokasi jembatan penyeberangan yang mulai dibangun berada tepat di jalan akses masuk dibangunnya Paragon 2,’’ kata Harry A Sutopo dalam surat aduannya yang diterima Komisi A DPRD Kota Semarang.
 
Berdasarkan pertimbangan tersebut, lanjutnya, pihaknya meminta ada evaluasi untuk lokasi pembangunan JPO. Mengingat sebelumnya juga belum pernah ada sosialisasi dari siapapun.
 
‘’Kami merasa keberatan mengingat tidak ada sosialisasi rencana pembangunan sebelumnya. Kami sangat mengharapkan agar pembangunan JPO di lokasi tersebut dapat dievaluasi,’’ tegasnya.
 
Dalam papan nama pembangunan di lokasi pembangunan JPO, diketahui pemilik jembatan penyeberangan ini adalah PT Trissi Mediatama Pariwara. Perusahaan ini mendapatkan IMB tanggal 27 Agustus 2014 dan akan mendirikan JPO satu unit dan reklame seluas 96 m2. (MS-13)