Home > METRO BERITA > Pembantaian di Pasar Jatingaleh Ternyata Sudah Direncanakan

Pembantaian di Pasar Jatingaleh Ternyata Sudah Direncanakan

METROSEMARANG.COM – Sigit Prasetyo (35) warga Dusun Ngreco, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap lelaki paruh baya di Pasar Jatingaleh, Semarang, Senin (6/2). Korban bernama Totok Turadi (57) merupakan mantan mertua pelaku. Ia melakukan tindak kejahatan ini lantaran sakit hati kepada Totok.

Lokasi pembacokan di Pasar Jatingaleh. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Pelaku berhasil diringkus dan diamankan di Mapolsek Banyumanik, beberapa saat setelah kejadian. Di hadapan petugas, dia mengakui sudah merencanakan untuk menghabisi korban yang berjualan kelapa muda di Pasar Jatingaleh.

Awalnya, pada Minggu (5/2) Prasetyo mendapatkan sms dari Totok. Ia dikatakan oleh mantan mertuannya tak punya otak serta tak menafkahi anak-anaknya.

“Sakit hati dikatain wong tuo rak nduwe utek sama mantan mertua saya kemarin malem. Padahal meskipun saya sudah bercerai saya masih menafkahinya,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menikah dengan anak korban bernama Puji Lestari pada tahun 2002 lalu dan bercerai pada tahun 2012 lalu. Dari hasil pernikahannya ia mempunyai dua orang anak.

Kemudian pada Senin pagi tadi ia berniat untuk menemui korban dengan menumpang bus dari Tuntang dan turun di Jatingaleh. Sebelumnya ia juga mendapatkan pesan dari mantan mertuanya.

“Tadi pagi dapet sms seperti ini kalau mau ketemu bapak nanti jam 11 di jatingaleh,” ujarnya.

Sesampi di Jatingaleh Prasetyo langsung menemui Totok di dalam Pasar Jatingaleh. Tanpa basa-basi Prasetyo langsung membacok Totok dengan parang yang ia bawa dari rumahnya.

Awalnya Totok yang merupakan seorang penjual degan sempat lari dengan luka bacokan di kepala, namun Prasetyo mengejar dan melakukan pembacokan di beberapa bagian tubuh korban.

Akhirnya korban telungkup tak berdaya disalah satu toko klontongan di dalam pasar Jatingaleh dan meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit. Kini Pelaku ditahan di Polsek Banyumanik.  (fen)