Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Imlek Semarang > Pembawa Keberuntungan, Makanan Ini Wajib Ada saat Imlek

Pembawa Keberuntungan, Makanan Ini Wajib Ada saat Imlek

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Kehadiran Tahun Monyet Api tak lama lagi akan dirayakan masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Berbeda dari perayaan tahun baru Masehi, yang identik dengan pesta kembang api, Tahun Baru Cina menjadi momentum untuk berkumpul bersama sanak keluarga.

Nah, pada malam pergantian tahun atau tepat saat tahun baru, biasanya bakal disajikan makanan tradisional yang konon memiliki berbagai macam simbol yang membawa keberuntungan dan umur panjang. Berikut ini lima macam makanan yang wajib ada saat perayaan Imlek, seperti disarikan dari Tionghoa.info.

Ikan

Ikan dipercaya sebagai simbol untuk memulai tahun yang baru dengan banyak keberuntungan dan menghindari hal-hal yang buruk. Dulu ikan hanya bisa disajikan oleh orang-orang kaya, karena populasinya cukup langka, sehingga harganya mahal. Ikan yang disajikan pada perayaan Imlek haruslah ikan yang utuh dari kepala hingga ekor.

Kue Keranjang

Makanan ini sudah sangat akrab bagi masyarakat kita. Kue Keranjang atau biasa disebut Nian Gao, di beberapa daerah di Indonesia juga sering disebut Dodol Cina. Disebut Kue keranjang karena mendapat nama dari bentuk wadah cetakannya yang berbentuk keranjang.

Nian Gao sendiri terdiri dari dua kata, yakni kata ‘Nian‘ yang berarti tahun dan ‘Gao‘ berarti kue. Kata ‘Gao‘ sendiri juga bisa berarti ‘tinggi’ jika diucapkan dengan nada intonasi yang berbeda. Inilah sebabnya Kue Keranjang disusun tinggi atau bertingkat, yang memberi makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Selain itu, kue keranjang juga mempunyai makna sebagai perekat ikatan kekeluargaan, persaudaraan, dan pertemanan.

Jeruk

Dalam karakter bahasa Mandarin, jeruk sering disamakan dengan emas. Karena itu, jeruk biasanya dihidangkan selama malam Imlek. Namun jumlah jeruk yang disajikan tidak pernah berjumlah empat atau kelipatannya. Angka ini dianggap sebagai angka sial yang berarti kematian (pinyin : sǐ) karena memiliki intonasi yang hampir sama dalam bahasa Mandarin.

Mie

Penganan mie terbuat adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Berbagai bentuk/variasi dari mie dapat ditemukan di berbagai tempat karena campuran bahan, jenis tepung sebagai bahan baku utama, serta teknik pengolahan yang berbeda-beda. Kehadiran menu mie pada setiap momen Imlek dipercaya sebagai simbol umur panjang.

The Tray of Togetherness

The Tray of Togetherness atau disebut juga candy box (kotak permen) pada saat Imlek adalah sebuah kebiasaan untuk menawarkan tamu yang datang dengan berbagai macam suguhan dari ‘Baki Kebersamaan‘; yakni sebuah nampan yang berbentuk lingkaran atau persegi delapan dari kayu jati atau plastik yang diisi dengan berbagai macam makanan simbolik sebagai penanda awal yang manis untuk permulaan tahun baru.

Isinya merupakan kudapan atau camilan yang umumnya berjumlah lima sampai sembilan; berisi aneka permen berbentuk buah-buahan, seperti jeruk, melon, kelengkeng, kelapa, kuaci, teratai, dan lain sebagainya dan biasanya diberikan sebagai hantaran untuk saudara. Isi dalam baki ini memiliki makna kemakmuran, kebersamaan, keberuntungan dan kebahagiaan. (*)