Home > METRO BERITA > Pembebasan Lahan Alot, Proyek Jalan Lingkar Mandek

Pembebasan Lahan Alot, Proyek Jalan Lingkar Mandek

METROSEMARANG.COM – Pembangunan fisik Semarang outer ring road (SORR) atau jalan lingkar utara dan selatan masih belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Semarang masih terbentur persoalan pembebasan lahan warga.

Penandatanganan MoU Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal terkait pembangunan jalan lingkar pada Juni 2017. Namun sampai jelang akhir tahun, pembangunan tak kunjung dimulai. Foto: metrosemarang.com/dok

‘’Kita masih kejar pembebasan lahannya, karena ada keberatan dari warga. Proses penghitungan appraisal tetap terus kita lakukan, baru nanti negosiasi,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin, tentang progres rencana pembangunan SORR utara dan selatan, Kamis (7/12).

Pemkot Semarang, menurutnya, sebenarnya telah menganggarkan Rp15 miliar di tahun 2017 ini untuk pembebasan lahan. Namun hingga menjelang akhir tahun anggaran itu belum terpakai. Sebab adanya gejolak dari warga dalam pembebasan lahan tersebut.

Iswar mengatakan, untuk pembebasan lahan membutuhkan anggaran yang besar. Pemkot melakukannya secara bertahap. Di 2017 ini dianggarakan Rp15 miliar, sedangkan di tahun 2018 mendatang telah dianggarkan lagi mencapai sebesar Rp50 miliar.

‘’Untuk Amdal (analisis dampak mengenai lingkungan) dan DED (detail enginering desain) proyek SOR sendiri telah selesai. Tapi kami belum bisa dipastikan kapan akan dimulai,’’ tegasnya.

Ditambahkan, khusus untuk jalan lingkar utara yang dimulai dari arteri Yos Yudarso Semarang sampai ke Kaliwungu, Kendal, diperkirakan membutuhkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp900 miliar. Sedangkan pembangunan fisiknya oleh pemerintah pusat.

‘’Kita hanya mendapat tugas pembebasan lahan, sedangkan pembangunan fisik oleh pemerintah pusat, dimana untuk jalur lingkar utara diperkirakan butuh anggaran Rp1,4 triliun,’’ jelasnya. (duh)

Tinggalkan Balasan