Home > METRO BERITA > Pembebasan Lahan Underpass Jatingaleh Kurang 30 Persen

Pembebasan Lahan Underpass Jatingaleh Kurang 30 Persen

Underpass Jatingaleh diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan ini. Sayangnya, sampai saat ini belum semua pemilik bersedia melepaskan lahannya. Foto Metrosemarang/Tri Wuryono
Underpass Jatingaleh diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan ini. Sayangnya, sampai saat ini belum semua pemilik bersedia melepaskan lahannya. Foto Metrosemarang/Tri Wuryono

SEMARANG – Dinas Binamarga Kota Semarang terus mengupayakan pembebasan lahan untuk proyek jalur underpass Jatingaleh. Saat ini baru 70 persen pemilik yang bersedia melepas kepemilikan lahan untuk proyek yang rencananya akan mulai digarap tahun ini.

Kepala Dinas Binamarga Kota Semarang Iswar Aminudin mengatakan, saat ini proses pembebasan lahan yang menjadi kewajiban Pemkot Semarang memang belum selesai. Pada kegiatan pembebasan lahan masih terkendala adanya pemilik yang belum mau melepas asetnya.

“Sampai saat ini sudah sekitar 70% lebih lahan yang dibebaskan. Jika melihat progres tersebut, pemerintah pusat sudah dapat memulai melakukan pembangunan fisik,” katanya.

Iswar optimistis pembangunan fisik bisa segera dilakukan tanpa menunggu semua lahan dibebaskan. Hal itu mengacu pada pengalaman membangun flyover Kalibanteng. Saat itu, kata dia, pekerjaan membangun jalan juga sudah dilakukan sambil menyelesaikan pembebasan lahan yang belum selesai.

Sejauh ini, Binamarga terus melakukan pendekatan kepada pemilik lahan yang terkena proyek underpass Jatingaleh. Dia mengakui bahwa sebagian pemilik lahan belum mau menerima nominal nilai ganti rugi dan bahkan ada yang belum mau melepas lahannya karena memang tidak dijual.

Meski dirasa sulit membujuk pemilik lahan, pihaknya belum berpikir untuk menempuh langkah konsinyasi. “Kami melalui satker (satuan kerja) pembangunan underpass Jatingaleh juga sudah mengantisipasi terkait utilitas yang biasanya akan menjadi kendala saat pekerjaan pembangunan. Beberapa waktu lalu satker sudah melakukan koordinasi dengan pemilik utilitas untuk mewujudkan kesepahaman,” katanya. (ade)

activate javascript