Home > METRO BERITA > Pembebasan Lahan Underpass Jatingaleh Tetap Dilanjutkan

Pembebasan Lahan Underpass Jatingaleh Tetap Dilanjutkan

image
Pembebasan lahan untuk underpass Jatingaleh tetap dilanjutkan, meski masih ada perbedaan pedoman aturan. Foto Metro

SEMARANG – Dinas Bina Marga Kota Semarang menyatakan proses pembebasan lahan untuk pembangunan underpass Jatingaleh tetap jalan terus. Adanya perubahan peraturan untuk pembebasan lahan tidak menjadi kendala.
 
Proses pembebasan lahan untuk underpass Jatingaleh sebelumnya sempat terhenti lantaran muncul Peraturan Presiden (Perpres) baru. Namun Pemkot Semarang memutuskan tetap menggunakan panitia pengadaan tanah (P2T), untuk menyelesaikan pembebasan lahan.
 
Artinya, pemkot masih berpedoman pada Perpres lama Nomor 71 Tahun 2012, yang mengatur penyelesaian pembebasan lahan di atas 1 hektare dilakukan oleh P2T. Sementara dalam aturan baru Perpres Nomor 40 Tahun 2014, pembebasan lahan di bawah 5 hektare ditangani oleh Satuan Kerja (Satker) dalam hal ini Dinas Bina Marga. Diketahui, kebutuhan lahan yang harus dibebaskan untuk underpass Jatingaleh sekitar 11.000 meter persegi atau 1,1 hekatare.
 
‘’Program underpass jalan terus, Perpres baru tetap kita jalankan, tidak ada persoalan. Mudah-mudahan dua-tiga bulan ini negosiasi berjalan lancar, apalagi di akhir tahun ini ganti rugi harus sudah terbayarkan,’’ kata Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang, Iswar Aminnudin, Selasa (22/7/2014)
 
Iswar menjelaskan, meski dalam Perpres baru menyebutkan penanganan pembebasan lahan di bawah 5 hektare kewenangan Satker, dalam hal ini Dinas Bina Marga, namun untuk underpass Jatingaleh ini tetap ditangani P2T.
 
‘’Masalah kewenangan, karena selama ini sudah terlanjur ditangani P2T, maka (pembebasan lahan) tetap kita jalankan melalui P2T. Saya rasa tidak masalah, kita angkat ke tingkat yang lebih atas justru lebih bagus. Kemarin kami sudah konsultasi dan tidak ada persoalan,’’ terangnya. (MS-13)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link