Pembunuh PSK Sunan Kuning Nyaris Digebuki saat Rekonstruksi

Tersangka Icuk saat membopong Ririn dalam reka ulang yang digelar pada Rabu (25/2) pagi. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Tersangka Icuk saat membopong Ririn dalam reka ulang yang digelar pada Rabu (25/2) pagi. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Penyidik Polrestabes Semarang menggelar reka ulang kasus pembunuhan Nur Kumsana alias Ririn (17) seorang pekerja seks komersial (PSK) penghuni Lokalisasi Sunan Kuning (SK), Rabu (25/2). Tersangka Sukowati alias Icuk (24) yang dihadirkan dalam rekonstruksi, nyaris digebuki warga yang geram atas ulahnya.

Dalam reka ulang yang digelar  lokasi pembunuhan Jalan Argorejo Gg 1 No 27, Kalibanteng Kulon ini diperagakan 27 adegan. Satu persatu adegan, mulai dari tersangka masuk ke dalam rumah bersama korban, hingga penganiayaan di dalam kamar. Pada peristiwa yang terjadi pada Selasa (10/2) dinihari itu, korban dipukul rusuknya, diinjak, dan kepalanya dihantam asbak. Ririn yang sedang hamil tiga bulan, akhirnya tewas setelah sempat dibawa ke RSUD Tugurejo.

Warga sekitar yang berada di lokasi meluapkan kekesalannya dengan menyoraki Icuk, saat dirinya memeragakan cara menghabisi kekasihnya. “Wooooo… Dasar tak punya perasaan kamu, tega benar membunuh Nur,” teriak salah seorang warga yang berkerumun di tempat kejadian perkara.

Tak berhenti di situ, beberapa warga juga sempat ingin memukul pelaku, namun tak berhasil karena dihalangi oleh polisi. Mereka juga terus mencaci Icuk saat tersangka digiring menuju mobil polisi.

Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono mengatakan, rekonstruksi dengan 27 adegan itu untuk meyakinkan pengakuan tersangka dan melengkapi berkas acara pidana. Polisi juga mengamankan lokasi rekonstruksi karena banyaknya warga yang menonton dan emosi. “Ada 27 adegan, untuk meyakinkan tersangka,” kata Sukiyono dil okasi kejadian.

Diketahui pelaku asal Temanggung itu kepergok saat membopong tubuh Ririn ke dalam taksi. Dia juga sempat dihajar massa lalu kabur setelah melakukan aksinya. Saat polisi mencari keberadaannya, ternyata dia sembunyi di gorong-gorong selokan tidak jauh dari lokasi selama 12 jam hingga akhirnya berhasil dibekuk. (yas)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.