Home > METRO BERITA > Pemilik Kios PKL Barito Bantah Bahan Baku dari Hasil Curian

Pemilik Kios PKL Barito Bantah Bahan Baku dari Hasil Curian

image
Nur Wahyu saat mereparasi lampu mobil bekas (foto : ilyasaditya/Metro)

SEMARANG – Menanggapi tudingan miring yang berkembang di masyarakat, tentang asal-usul barang bekas dan bahan baku yang dijual para pedagang kios PKL Barito Semarang berasal dari barang curian,  Nur Wahyu (31), salah seorang pemilik kios di Jalan Barito Blok 12 membantah keras tudingan tersebut.

Menurut warga Penggaron Lor, Genuk ini, ia dan puluhan pemilik kios lainnya selalu berhati-hati saat memperoleh barang bekas berupa sparepart-sparepart mobil dan motor. “Kebanyakan, kami memperoleh barang dari pihak asuransi, jadi kami yakin bahwa barang tersebut bukan dari hasil mencuri, ” tutur pria yang sudah hampir lima tahun menempati kios tersebut, Kamis (2/10) pagi.

Apalagi, lanjut dia, jika ada orang yang menawarkan barang, ia selalu meminta identitas dan menanyakan asal-usul barang tersebut. Hal itu dilakukan karena Nur mengaku kawatir jika suatu saat ada pihak yang mengaku dirugikan atas kepemilikan barang tersebut. “Kalau hasil curian itu mudah dikenali, pasti barang yang ditawarkan bagus dan harganya murah,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Eko Sulistio (40), seorang pedagang lain  yang mengaku geram terhadap tudingan tersebut. Menurutnya tanpa harus meraup untung dari hasil menjual barang curian, usaha jual beli dan reparasi miliknya sudah berpenghasilan 50 – 100 ribu Rupiah perhari,  apalagi sewa kios hanya 1500 Rupiah perhari. “Sudah cukup kalo hanya untuk makan dan hidup sehari-hari. Pokoknya cari duit yang barokah aja,” tandasnya. (Yas)