Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Pemkab Magelang ‘Ceraikan’ Investor Kalibening

Pemkab Magelang ‘Ceraikan’ Investor Kalibening

Waterpark Kalibening yang sampai saat ini masih mangkrak. Foto Metrojateng/dok
Waterpark Kalibening yang sampai saat ini masih mangkrak. Foto Metrojateng/dok

MUNGKID– Pemerintah Kabupaten Magelang akhirnya mengambil langkah tegas terkait ketidakjelasan pembangunan Water Park Kalibening di Kecamatan Secang. Dalam waktu dekat bupati akan memutuskan kontrak dengan PT Trisna Wahida Utama (TWU) selaku investor.

Bupati Zaenal Arifin mengatakan, Pemkab Magelang menempuh proses pemutusan hubungan kerja sama dengan PT Trisna Wahida Utama (TWU), dalam batas waktu 31 Desember 2014. “Kita sudah siapkan dokumennya,” katanya.

Menurutnya, investasi yang direncanakan tidak berjalan sesuai kesepakatan. Dimana, hingga saat ini penyelesaian bangunan belum dilakukan. Bahkan, dari pantauan lokasi, obyek wisata bernama Sabda Alam yang dikelola makin tak terurus. Wahana-wahana permainan seperti papan luncur spiral, silinder, nampan tumpah, dan flying fox, terlihat makin kusam.

Di ruang club house yang digunakan kantor managemen, penjualan tiket, dan pintu masuk ke area wisata, kosong. Beberapa karyawan yang dulu bekerja di situ, sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya.

“Tidak seramai dulu. Dari waktu ke waktu, jumlah pengunjung yang datang semakin sepi,” ujar Mujinah (57) pedagang makanan dan minuman di lapak depan pintu gerbang obyek wisata tersebut.

Sebagaimana diketahui, kontrak kerja sama antara Pemkab dan PT TWU dilaksanakan 25 September 2011 lalu. Pemkab Magelang mempercayakan investor untuk membenahi obyek wisata Kalibening. Dengan tujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan asset daerah. Investor diminta menyediakan fasilitas hiburan yang menarik untuk dikunjungi masyarakat luas.

Dalam perjanjian kerja sama itu, Pemkab menginvestasikan asset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 7.380.000.000. Di pihak PT TWU menyiapkan anggaran Rp 20.045.432.640untuk membangun beberapa fasilitas baru di obyek wisata tersebut.

Total nilai investasi dalam kerjasama Bangun Guna Serah mencapai Rp 27.425.432.640, dalam jangka waktu 30 tahun. Adapun kontribusi yang diterima dihitung sebesar Rp 1.010.400.000/tahun, ditambah 5 persen dari setiap kelebihan target pengunjung.

Dijadwalkan, PT TWU diberi tenggat waktu dua tahun untuk membenahi obyek wisata itu. Tapi proses pembenahan yang dimulai awal 2012 selalu tersendat. Beberapa bulan berjalan, sudah terhenti pada pertengahan November 2012.

Pembenahan dilanjutkan lagi pada pertengahan Januari 2013. Namun, target pembenahan tahap pertama selesai pertengahan Maret 2013, meleset. Bahkan, rencana soft opening yang akan dilaksanakan pada 17 Maret 2013 pun batal. (Metrojateng/MJ-14)