Pemkot akan Ambil Alih Bangunan Cagar Budaya di Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang berencana mengajukan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan bangunan cagar budaya yang tidak terawat. Khususnya bangunan-bangunan cagar budaya yang berada di kawasan Kota Lama.

Gedung Oudetrap, bangunan cagar budaya yang sudah dikelola Pemkot

Ketua BPK2L Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, terdapat 116 bangunan yang masuk kategori cagar budaya di Kota Lama. Dari jumlah itu, hanya 1 bangunan yang dikelola Pemkot Semarang yaitu gedung Oudetrap.

’’Punya Pemkot hanya 1 yaitu Oudetrap. Lainnya milik instansi ada sekitar 50 persen di antaranya PPI, Bank Mandiri, Telkom dan Pelni. Sedang yang milik perorangan sekitar 30 persen,’’ kata Ita, sapaan karibnya, Rabu (14/2).

Dari seluruh bangunan cagar budaya di Kota Lama itu, yang perlu perhatian khusus adalah bangunan yang merupakan milik perorangan di Jalan Letjend Suprapto ke arah selatan. Hal itu karena banyak bangunan yang terlantar tidak terurus.

Karena itu, pihaknya akan mengajukan rancangan Perda tentang pengelolaan bangunan cagar budaya yang tidak terawat kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang.

Dia berharap, di dalamnya nanti akan mengatur jika dalam dua tahun tidak dikelola maka bangunan cagar budaya yang tidak terawat bisa diambil alih Pemkot Semarang. Hal itu tidak hanya berlaku bagi bangunan di Kota Lama saja, tapi bangunan cagar budaya di wilayah Kota Semarang.

‘’Apalagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini sedang melakukan pembangunan kawasan Kota Lama Semarang. Harusnya itu menjadi motivasi pemilik gedung cagar budaya di Kota Lama untuk melakukan konservasi,’’ kata Ita yang juga Wakil Wali Kota Semarang.
Untuk bangunan cagar budaya yang milik instansi sendiri, Ita mengungkapkan pengelola dan pemiliknya mendukung dilakukan konservasi. Mereka telah meminta pendampingan dari BPK2L. Hanya kendalanya pada proses penganggaran.

‘’Karena instansi itu kan tidak bisa saat ini juga mengeluarkan anggaran untuk konservasi itu,’’ katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.