Home > METRO BERITA > Pemkot Belum Berpikir Moratorium Minimarket

Pemkot Belum Berpikir Moratorium Minimarket

METROSEMARANG.COM – Pemkot Semarang belum mau melakukan upaya moratorium atau penundaan pendirian toko modern khususnya minimarket. Meskipun menjamur karena jumlahnya sudah mencapai 529 buah dan berpotensi mematikan warung kelontong milik warga.

Nurjannah Foto: metrosemarang.com/dok
Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjannah
Foto: metrosemarang.com/dok

Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Kota Semarang justru berkilah belum mengetahui secara pasti jumlah minimarket. Serta masih terus melakukan inventarisasi. Padahal DPRD Kota Semarang sudah melaporkan ada 529 minimarket dan sebagian besar belum berizin.

Kepala Disperindag Kota Semarang, Nurjanah mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi peraturan kepada pengelola minimarket. Yaitu Peraturan Daerah (Perda) No 1Tahun 2014 tentang Toko Modern, dan Peraturan Walikota (Perwal) Nomer 39 Tahun 2014 tentang Penataan Toko Swalayan.

‘’Kedua peraturan itu telah mengakomodir secara keseluruhan regulasi tentang keberadaan toko modern atau minimarket. Jadi setelah investarisir kami akan sosialisasi,’’ katanya, Kamis (17/11).

Nurjanah menyebutkan, meski dinilaisudah menjamur, namun pihaknya belum berpikir tentang upaya moratorium pasar modern khususnya minimarket.

Terkait perizinan, pihaknya juga mengaku tidak tahu-menahu, karena pengurusan izin ada di Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT).

Lebih lanjut, dia menuturkan peran Disperindag atas minimarket hanya melakukan pembinaan, seperti penjualan produk yang harus sesuai ketentuan. Karenanya, operasi produk makanan kedaluarsa dan tidak layak jual sering dilaksanakan secara periodik.

Selain itu, minimarket harus mendisplay prodak UMKM untuk dijual di gerainya. Di mana hal itu masuk dalam syarat ketentuan berdirinya toko modern minimarket. (duh)