Home > METRO BERITA > Pemkot Belum Tahu Detail DED Normalisasi BKT

Pemkot Belum Tahu Detail DED Normalisasi BKT

METROSEMARANG.COM – Pemkot Semarang mengaku belum mengetahui secara detail DED (Detail Engineering Design) rencana normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Karena itu pelaksanaan normalisasi akan kembali dikomunikasikan dengan pemerintah pusat sebagai pembuat DED.

Normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur akan dimulai tahun ini. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyebutkan, rencana kerja normalisasi sungai BKT di tahun 2017 ini akan dimulai dengan pembebasan lahan bantaran sungai dari pemukiman warga. Kegiatan ini menjadi tugas Pemkot Semarang.

“Tidak hanya BKT, penanganan sungai lain yang sedang dilaksanakan pemerintah pusat yakni Sungai Tenggang, Sringin dan Tanggul laut pembebasan lahannya dikerjakan pemkot,” katanya, Kamis (5/1).

Untuk proyek normalisasi BKT, pihaknya akan banyak-banyak berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk mengetahui secara pasti dan detail rencana yang akan dikerjakan sesuai DED. Hal itu karena pembuatan DED dilakukan pemerintah pusat.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto menuturkan, penanganan banjir di tahun 2017 mesti dilakukan dengan cepat. Mengingat saat ini baik di wilayah timur maupun barat Kota Semarang rentan terjadi banjir dan rob.

“Seperti di BKT pelaksanaan program ini tergantung kesungguhan dari Pemkot Semarang yang bertanggung jawab untuk membebaskan dan pembersihan lahan. Sebab untuk proses Larap dilaksanakan Pemprov Jateng dan pengerjaan fisik oleh pemerintah pusat,” katanya.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi menegaskan, dampak dari BKT yang penuh dengan sedimentasi, pada saat hujan dengan intensitas tinggi, air sungai sering meluber dan masuk ke rumah-rumah warga sekitar, seperti warga di Sawah Besar dan Kaligawe Kecamatan Gayamsari.

Sementara terdapat sekitar 4.000 bangunan yang berdiri di bantaran BKT. Dia meminta pemkot segera melakukan relokasi dengan solusi yang terbaik. (duh)