Home > METRO BERITA > Pemkot Hapuskan Kawasan Kumuh lewat Program Kampung Tematik

Pemkot Hapuskan Kawasan Kumuh lewat Program Kampung Tematik

METROSEMARANG.COM – Upaya mewujudkan kota yang bersih dan bebas dari kawasan kumuh dilakukan Pemkot Semarang dengan pencanangan beberapa kelurahan sebagai kampung tematik. Salah satunya kawasan Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur sebagai Kampung Batik Kota Semarang.

Perajin batik di Kampung Batik Rejomulyo tengah menata koleksi Batik Semarangan, Jumat (2/10). Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Perajin batik di Kampung Batik Rejomulyo tengah menata koleksi Batik Semarangan, Jumat (2/10/2015). Foto: metrosemarang.com/dok

Pemkot berharap seluruh kampung-kampung yang ada di kelurahan Kota Semarang akan semakin baik dengan adanya kampung tematik. Ditargetkan tahun 2019 kota ini akan bebas dari kawasan kumuh dimana saat ini masih ada seluas 416 hektare.

“Kampung akan semakin baik. Baik dari sisi fasilitas, infrastruktur maupun saluran drainase,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (21/11).

Menurut wali kota yang akrab disapa Hendi, berbagai program akan dilaksanakan Pemkot salah satunya melalui program kampung tematik untuk pengentasan kawasan kumuh. Wilayah kampung-kampung di Kota Semarang akan disulap lebih indah, bersih, hijau dan memiliki sarana prasarana yang baik.

“Yang terpenting adalah semangatnya untuk menjadikan wilayah lebih baik dan ijo royo-royo. Harus ada semangat menanam, kalau tidak punya halaman, bisa di pot, kalau pot mahal bisa dikaleng atau plastik bekas, jadi tidak ada alasan untuk tidak menanam,” ungkapnya.

Setelah wilayah baik, target selanjutnya adalah pemberdayaan potensi warga di lingkungan kampung tersebut. Dicontohkannya, seperti di Kelurahan Rejomulyo ini memiliki potensi batik, ada pengrajin maupun pedagangnya, maka kampung ini kemudian dicanangkan sebagai kampung batik.

Sebagai tahap awal di tahun 2016 ini memang baru percontohan di 32 kelurahan meliputi 16 kecamatan. Selanjutnya bertahap seluruh kelurahan yang berjumlah 177 akan memiliki tema khusus yang akan dikenal dan dikembangkan. Dengan demikian akan lebih mudah untuk dikenal, dipromosikan dan dikembangkan sesuai potensi wilayahnya. (duh)