Home > METRO BERITA > Pemkot Harus Bertanggung Jawab atas Buruknya Pelayanan BRT Trans Semarang

Pemkot Harus Bertanggung Jawab atas Buruknya Pelayanan BRT Trans Semarang

METROSEMARANG.COM – Selama kesejahteraan yang layak belum dirasakan pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, sepertinya akan sulit menyajikan pelayanan yang maksimal. Hal itu diungkapkan oleh Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno yang menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang belum memberikan kesejahteraan kepada pengelola.

Pengecekan armada BRT Trans Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pengecekan armada BRT Trans Semarang. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Dia melihat kondisi kantor BRT Trans Semarang yang terletak di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda Kota Semarang dinilai seperti gudang. Ini dirasa mempengaruhi kinerja para personel yang ada di dalamnya.

“Menurut saya itu tidak manusiawi. Di sisi lain pengelola BRT Trans Semarang dituntut memberikan pelayanan yang maksimal, namun di sisi lain dukungan dari Pemkot masih sangat kurang,” kata dia, Selasa (2/8).

Dia menyarankan agar penyediaan fasilitas untuk pengelola BRT Trans Semarang untuk bisa diperbaiki agar orang-orang yang bekerja di dalamnya bisa fokus dalam penyediaan layanan kepada masyarakat.

“Sediakan kantor yang standar, sekelas perbankan, bukan seperti sekarang yang selayaknya gudang dengan kursi reot. Gaji mereka harus berada di atas UMK. Gaji sopir standar Rp 4 juta per bulan dengan delapan jam kerja tiap hari dan satu hari libur dalam sepekan,” tambahnya.

Dalam sebulan terakhir, BRT Trans Semarang memang menjadi sorotan. Setelah kecelakaan di pertigaan Kagok, Gajahmungkur, Minggu (17/7), akhir pekan kemarin juga terjadi pemukulan yang dilakukan oleh oknum ticketing BRT terhadap penumpang. (ade)