Home > METRO BERITA > Pemkot Terima Dana Bagi Hasil Cukai Rokok Rp 33,1 Miliar

Pemkot Terima Dana Bagi Hasil Cukai Rokok Rp 33,1 Miliar

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebutkan terus mensosialisasikan pentingnya pajak rokok kepada masyarakat. Dana bagi hasil cukai rokok yang diperoleh Pemkot Semarang dari pemerintah pusat cukup besar dan setiap tahunnya selalu meningkat.

Proses pembuatan rokok Praoe Lajar. Dana bagi hasil cukai rokok yang diperoleh Pemkot Semarang dari pemerintah pusat cukup besar dan setiap tahunnya selalu meningkat. Foto: metrosemarang.com/dok
Proses pembuatan rokok Praoe Lajar. Dana bagi hasil cukai rokok yang diperoleh Pemkot Semarang dari pemerintah pusat cukup besar dan setiap tahunnya selalu meningkat. Foto: metrosemarang.com/dok

Asisten 1 Setda Kota semarang Eko Cahyono menjelaskan, dana bagi hasil cukai rokok yang diperoleh Pemkot Semarang di tahun 2014 sekitar Rp 8,75 miliar. Kemudian di tahun 2015 meningkat tajam menjadi sekitar Rp 25,5 miliar, di tahun 2016 ini meningkat lagi menjadi Rp 33,1 miliar. Dana-dana  ini dimanfaatkan oleh pemkot untuk meningkatkan fasilitas kesehatan masyarakat seperti membeli peralatan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Semarang dan sosialisasi bahaya rokok ke masyarakat.

“Kita setiap tahun mendapat dana bagi hasil dari cukai rokok yang dipungut pemerintah pusat dengan nilai cukup besar dan dari tahun ke tahun terus meningkat. Tapi dana ini kita kembalikan ke masyarakat dalam bentuk seperti untuk sosialisasi kesehatan dan pembelian fasilitas kesehatan rumah sakit,” kata Eko Cahyono, Jumat (4/11).

Kepala Bagian Hukum Setda Kota Semarang Abdul Haris menambahkan, pemerintah daerah memang telah menetapkan berbagai pajak daerah termasuk pajak rokok. Pajak rokok ini ditetapkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Pajak rokok merupakan pungutan atas cukai rokok yang dipungut oleh pemerintah dan telah berlaku efektif sejak tahun 2014.

Selain menetapkan kebijakan pajak rokok, Pemkot Semarang juga menetapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomer 3 Tahun 2013, dan aturan turunannya yakni Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 29A Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2013. Kebijakan penerapan KTR ini sebagai langkah pengimbangan antara konsumsi rokok dengan kesehatan masyarakat.

“Adapun yang telah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok sesuai perda di antaranya adalah di kawasan pendidikan, perkantoran, rumah sakit dan juga tempat ibadah,” tegasnya. (duh)