Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Pemprov Jateng Efisiensi Anggaran, Pendapatan Hotel Merosot

Pemprov Jateng Efisiensi Anggaran, Pendapatan Hotel Merosot

METROSEMARANG.COM – Pendapatan sejumlah hotel berbintang di Kota Semarang pada bulan ini menurun lantaran terkena imbas efisiensi anggaran yang tengah digencarkan oleh Pemprov Jateng. Salah satu hotel bintang empat yang terkena dampak buruk akibat kebijakan tersebut ialah Aston Hotel Semarang.

Hotel Aston Semarang terkena dampak efisiensi anggaran yang dilakukan Pemprov Jateng. Foto: metrosemarang.com/dok
Hotel Aston Semarang terkena dampak efisiensi anggaran yang dilakukan Pemprov Jateng. Foto: metrosemarang.com/dok

“Tamu MICE dari kalangan birokrasi sampai 40 persen memilih menunda booking kamar. Otomatis ya pendapatan kita ikut merosot meski enggak terlalu drastis,” ungkap Amanda Rosalia Ardine, Public Relation Manager Aston Hotel Semarang saat dikontak metrosemarang.com, Kamis (14/10).

Amanda mengaku penurunan tamu MICE di hotelnya mulai terasa sejak sebulan terakhir. Dari yang semula mampu meraup tamu rata-rata diatas 10 tamu. kini jumlah tamu dari kalangan birokrasi tinggal 1-3 tamu. “Mentok selama awal bulan ini cuma dapat tiga tamu MICE,” keluhnya.

Ia bilang efisiensi anggaran di semua instansi pemerintahan juga memicu tingkat keterisian kamarnya (okupansi) menyusut drastis. Apalagi, Aston selama ini mengandalkan tamu-tamu birokrat untuk menopang operasional hotelnya di Semarang.

“Mengingat Semarang jadi kota bisnis dan perdagangan, maka dengan adanya pembatasan anggaran dari Pemprov, pastinya membuat okupansi kita ikut drop,” terang Amanda.

Untuk mengatasi dampak terburuknya, ia kini mencoba mengincar peluang mendatangkan tamu hotel dari grup perusahaan swasta lalu warga yang ingin menggelar ulangtahun di hotel serta para pebisnis.

Sementara Benk Mintosih, General Manager Star Hotel Semarang pun mengeluhkan hal serupa. Di hotelnya, ada penurunan pemesanan MICE sampai 15 persen. Dan itu jadi kondisi terberat yang sedang dialami hotelnya saat ini. “Karena beban kami ada di pemesanan meeting room,” ujarnya. (far)