Home > METRO BERITA > Pemukulan Penumpang BRT, Pelaku Akui Tersulut Emosi

Pemukulan Penumpang BRT, Pelaku Akui Tersulut Emosi

METROSEMARANG.COM – Pelaku pemukulan seorang penumpang BRT bernama Budiyono (53) warga Ungaran mengaku emosi lantaran korban terus mencacinya. Sempat terjadi adu jotos di antara keduanya, hingga korban mengalami luka di kepala.

Ilustrasi
Ilustrasi

Kepada wartawan, pelaku pemukulan Den (20) mengungkapkan, ia terpaksa melepaskan pukulan karena sudah tak tahan dengan caci maki yang dilontarkan korban.

“Waktu itu orangnya marah-marah, sambil ngucap kata-kata kotor. Saya cuma diem, saya lihatin saja, terus bapaknya bilang ‘kowe ngopo pendelak-pendelik tak culek matamu’ (kamu ngapain lihat-lihat, tak tonjok matamu),” terang Den kepada awak media, Sabtu (30/7) malam di Tembalang.

Den pun habis kesabarannya. Ia lantas melepas seragam dan akhirnya terjadilah perkelahian dengan korban. Pukulan pertama Den mengakibatkan luka di dahi korban, sedangkan dirinya mendapat dua kali bogem mentah.

“Habis itu malah ngajak berantem, saya lepas seragam, saya pukul satu kali berdarah. Bapaknya pukul saya dua kali di bagian belakang. Saya dorong dia mundur, ya Allah kok sampai berdarah, saya bingung,” lanjutnya.

Paska insiden tersebut, Den mengaku bersalah dan menyampaikan maaf kepada korban. Dari kejadian tersebut, ia juga meminta kepada korban dan masyarakat agar bisa bersabar terhadap pelayanan BRT karena semua ada standar operasional prosedur (SOP).

Pemukulan tersebut terjadi di halte BRT Ngesrep, Tembalang, Sabtu (30/7) siang. Setelah meminta visum di RS Kariadi, korban akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi. (din)