Home > METRO BERITA > Penanganan Rob dan Banjir di Wilayah Timur Habiskan Rp 1,2 Triliun

Penanganan Rob dan Banjir di Wilayah Timur Habiskan Rp 1,2 Triliun

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak seluruh elemen untuk resik-resik kali di Kelurahan Gebangsari, Genuk, Jumat (5/5). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur mulai dari OPD Pemkot Semarang, TNI, dan Polri.

Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau saluran tersier di Padi Raya Barat Kelurahan Gebangsari, Genuk yang tidak mampu menampung debit air, Jumat (5/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Gerakan resik-resik ini, harapannya dapat ditularkan sebagai gerakan bersama sehingga menjadi gaya hidup yang tumbuh menjadi kesadaran. Dengan kesadaran yang muncul, maka gerakan bersih-bersih secara otomatis akan berjalan tanpa komando sekalipun.

Diakuinya, kegiatan ini tak akan serta merta menjadikan permasalahan rob dan banjir tuntas, namun dengan adanya kegiatan resik-resik kali ini maka dapat tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

Selain itu, dengan kebersihan seluruh saluran sekunder, maka akan ikut mendukung keberhasilan berbagai proyek besar yang saat ini sedang dan akan terus berlangsung hingga 2 tahun kedepan, untuk penanganan masalah rob dan banjir di wilayah timur.

Pemerintah, baik kota, provinsi hingga pusat, lanjut wali kota sangat fokus, support dan concern terhadap penyelesaian masalah rob banjir di wilayah timur. Tiga proyek besar meliputi pembuatan embung Trimulyo, Kaligawe-Sawah Besar, dan Karangroto serta peninggian parafet Kali Tenggang dan Sringin telah berjalan dan direncanakan selesai dalam 2 tahun anggaran. Selain itu, normalisasi Banjir Kanal Timur pun telah memasuki proses lelang untuk pelaksanaan tahun 2017 ini.

”Ketiga proyek yang menelan biaya total Rp 1.2 triliun ini InsyaAllah akan rampung pada tahun 2018 dan segera dilanjutkan dengan mega proyek tol Semarang-Demak yang juga akan berfungsi untuk tanggul laut,” ungkap wali kota.

Dengan rampungnya berbagai proyek besar ini, lanjutnya, akan menyelesaikan permasalahan rob dan banjir di kawasan timur. PR selanjutnya adalah kebersihan saluran-saluan sekunder yang ada.

”Kami akan terus komit untuk menyelesaiakan berbagai PR yang ada. Untuk itu, teruslah menyampaikan saran masukan guna perbaikan ke depan. Sampaikan langsung kepada pak lurah, pak camat atau langsung pada saya,” tegas Walikota.

Kegiatan resik-resik kali di Kelurahan Gebangsari  ini sendiri, sekaligus sebagai salah satu rangkaian kegiatan Gebrak Gotong Royong Masyarakat Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan dalam rangka BBGRM ke-14 di 35 kota/ kabupaten Provinsi Jawa Tengah. (duh)