Home > METRO BERITA > Penataan Tata Ruang Kota Masih Lemah

Penataan Tata Ruang Kota Masih Lemah

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang diingatkan dalam melakukan proyek-proyek pembangunan tidak sekadar asal-asalan. Pembangunan harus dijalankan dengan kajian secara mendalam agar nantinya tidak menghambur-hamburkan uang.

Widhi Handoko
Foto: metrosemarang.com/dok

Pakar Agraria dan Tata Ruang Kota dari Undip Semarang, Widhi Handoko mengatakan, pemerintahan saat ini sangat positif dengan banyak sekali melakukan program pembangunan untuk penataan ruang kota. Seperti pembangunan trotoar, taman ruang terbuka hijau, revitalisasi sungai, rencana pembangunan jalan lingkar, Kampung Bahari dan lain-lain.

‘’Namun akan sangat fatal jika Pemkot Semarang dalam pembangunan itu tidak mensinkronkan dengan program tata ruang kota yang dikerjakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Jateng,’’ katanya, Minggu (22/1).

Dalam melakukan penataan ruang kota, pemerintah kota tidak boleh mengabaikan rencana tata ruang nasional dan provinsi. Misalnya pembangunan trotoar, kata dia, pemerintah kota harus memenuhi pedoman, petunjuk, pelaksanaan bidang tata ruang secara nasional dan provinsi.

‘’Sehingga sebelum memulai membangun tata ruang pemerintah kota harus mengetahui rencana tata ruang nasional maupun provinsi,’’ katanya.

Hal itu bertujuan agar nantinya tidak berbenturan dengan rencana pembangunan nasional maupun provinsi. Baik jangka pendek maupun jangka panjang. Jika berbenturan maka itu sama artinya pembangunan yang dilakukan pemerintah kota hanya menghambur-hamburkan uang.

‘’Menurut saya penataan tata ruang secara menyeluruh di Kota Semarang masih sangat lemah. Belum ada perencanaan yang matang. Misalnya saja banyak industri masih tersebar dimana meskipun sudah dibangun kawasan industri,’’ katanya. (duh)