Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Penderita HIV/AIDS di Kendal Meningkat, 72 Persen Perempuan

Penderita HIV/AIDS di Kendal Meningkat, 72 Persen Perempuan

image
Ilustrasi

KENDAL – Jumlah penderita HIV AIDS di Kendal makin meningkat. Hingga Juli 2014, tercatat ada penambahan 128 kasus HIV/AIDS dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasrkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, hingga Juli lalu, jumlah penderita HIV AIDS ada sebanyak 396. Rinciannya HIV 258 kasus dan AIDS 138 kasus. Jumlah tersebut meningkat drastis dari penderita HIV AIDS tahun lalu yang hanya sebanyak 268.

“Ada peningkatan 128 kasus HIV AIDS di Kendal, hingga Juli kemarin. Dari penambahan tersebut 15 penderita HIV AIDS meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Pemeriksaan Dinkes Kendal, Siswanto.

Kasus terbanyak memang ditemukan di lokalisasi, baik Gambilangu maupun Alaska. “Tapi sejauh ini, penderita HIV AIDS sejak tahun 2000 lalu, sudah ada 80 orang PSK yang kami pulangkan ke daerah asal.

Sementara, data Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kendal menyebutkan, hingga saat ini jumlah penderita mencapai 388 kasus. Rinciannya penderita HIV 253 kasus, dan sisanya 135 kasus penderita AIDS. 

Sekretaris KPA Kendal, Mochammad Rozi menjelaskan dari 253 penderita HIV didominasi perempuan, yakni sebesar 72 persen atau sebanyak 132 orang, sisanya 28 persen atau sebanyak 53 persen adalah penderita HIV laki-laki.

“Begitupun dengan jumlah 135 penderita AIDS juga masih didominasii perempuan sebanyak 71 orang (53 persen) dan 64 orang (47 persen) laki-laki,” ujar Rozi saat ditemui diruang kerjanya, Senin (25/8).

Dari sisi penyebab atau penyebaran kasus HIV AIDS menurut jenis pekerjaan, penyakit yang belum ada obatnya tersebut banyak diderita oleh pekerja seks komersil (PSK), yakni sebanyak 130 orang (33 persen). “Kemudian disusul penderita berikutnya adalah ibu rumah tangga sebanyak 94 orang (24 persen),” jelasnya.

Rozi menjelaskan, tingginya penyakit HIV AIDS di kalangan PSK lantaran lemahnya penggunaan kondom. Padahal, lanjut Rozi, lelaki hidung belang pemakai jasa PSK tidak hanya hingga di satu PSK saja. Tapi juga di sejumlah tempat lokalisasi lain dan juga kepada keluarga atau istri. Akibatnya, istri atau ibu rumah tangga banyak yang tertular HIV AIDS.

“Jadi lelaki sangat berisiko tinggo terhadap penyebaran virus HIV AIDS. Makanya dalam hal ini yang harus ditangani pemerintah untuk menanggulangi HIV AIDS bukan pada penderita perempuan saja, tapi juga laki-laki. Terutama yang kerap memakai jasa PSK,” jelasnya.

Selain PSK dan Ibu rumah tangga, penderita tertinggi HIV AIDS tertinggi selanjutnya adalah Wiraswasta (33 orang), buruh (30 orang) dan karyawan (22 orang). Kemudian penggangguran (17 orang), sopir (16 orang), waria (15 orang), pembantu rumah tangga (13 orang) dan PNS (4 orang). (Metrojateng/MJ-01)