Home > METRO BERITA > Penetapkan UMK 2017, Nilai Upah Kota Semarang Tembus Rp 2,1 Juta

Penetapkan UMK 2017, Nilai Upah Kota Semarang Tembus Rp 2,1 Juta

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hari ini, Senin (21/11) telah menetapkan patokan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMk) yang berlaku pada 1 Januari 2017 nanti. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyebut Kota Semarang dipastikan mendapat UMK 2017 mencapai Rp 2.125.000 juta.

Gubernur Ganjar Pranowo berbaur bersama buruh saat peringatan May Day 2016 di Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang, Minggu (1/5). Foto: metrosemarang.com/dok
Gubernur Ganjar Pranowo berbaur bersama buruh saat peringatan May Day 2016 di Kawasan Industri Wijayakusuma, Semarang, Minggu (1/5). Foto: metrosemarang.com/dok

“Rata-rata naik 8 persen termasuk Kota Semarang yang tahun depan ditetapkan UMK Rp 2.125.000 juta,” kata Ganjar di Gedung DPRD Jateng.

Ia mengatakan lonjakan nilai upah tertinggi terjadi di Kabupaten Jepara. Di sana, katanya kenaikan upahnya sebesar 18,15 persen. “Dan kita minta pengusaha mentaati hal tersebut,” tegasnya.

Sedangkan penetapan UMK di Banjarnegara jadi yang terendah apabila dibanding 35 kabupaten/kota lainnya. Banjarnegara pada 2017 nanti hanya mendapatkan UMK sebesar Rp 1,37 juta. “Tertinggi di Semarang dan terendah di Banjarnegara,” katanya.

Penetapan UMK 35 kabupaten/kota tersebut sesuai hasil rekomendasi antara buruh dan Dewan Pengupahan Jateng yang digembok per tanggal 14 November kemarin.

“Tapi, dari 35 daerah itu, terdapat 19 kabupaten yang KHL-nya belum 100 persen dengan berbagai pertimbangan. Bahkan, dua kabupaten yakni Magelang dan Batang saya minta menyelesaikan kajian KHL dalam dua tahapan selama dua tahun ke depan,” ungkapnya.

Atas penetapan UMP 207 tersebut, ia pun meminta kepada para pengusaha agar mentaatinya. Bagi yang melanggar, ia tak segan untuk menjebloskannya ke dalam penjara.

“Jika pengusaha melanggar, maka akan dipenjara 4 tahun atau dihukum denda senilai 400 juta. Kita minta tiap wali kota dan bupati supaya segera membuat struktur pengupahan di daerahnya,” tukasnya. (far)