Home > METRO BERITA > Pengawasan DPRD Lemah, Pungli Sulit Diberantas

Pengawasan DPRD Lemah, Pungli Sulit Diberantas

METROSEMARANG.COM – Rawannya pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terhadap pungli, salah satunya tidak lepas karena lemahnya pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Fungsi pengawasan harusnya jadi salah satu tugas utama dewan.

Foto: Ilustrasi pungli
Foto: Ilustrasi pungli

Direktur Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Kota Semarang, Widi Nugroho, telah menyatakan Pemkot Semarang masih rawan pungli. Ada beberapa faktor penyebabnya di antaranya sistem perizinan dalam Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BPPT) belum sepenuhnya terintegrasi dan memenuhi prinsip cepat, mudah, dan murah.

Hal ini diakui juga oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sejumlah kesempatan. Bahwa masih ada keluhan masyarakat terkait tindakan pungli dan dugaan korupsi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan kepada masyarakat.

Bahkan, pihaknya telah memberikan sanksi berupa penurunan jabatan terhadap sejumlah oknum pegawai yang dilaporkan masyarakat, karena ternyata memang terbukti telah melakukan pungli.

Namun, masih adanya praktik pungli dalam pelayanan pemkot tersebut dinilai tidak semata karena sistem pelayanannya yang lemah. Pattiro menilai hal itu juga dikarenakan lemahnya pengawasan dari DPRD yang memiliki tugas pengganggaran, legislasi, dan pengawasan.

”Lemahnya pengawasan DPRD terhadap pemerintah menjadi salah satu hasil kajian Local Integrity System yang kami lakukan bersama Transparency International Indonesia, yang menyebabkan sistem pencegahan korupsi Pemerintah Kota Semarang masih lemah,” kata Widi Nugroho, Jumat (2/12).

Salah satu bukti lemahnya pengawasan DPRD, besarnya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) Pemerintah Kota Semarang. Sejak tahun 2013-2015 telah mencapai lebih dari Rp 1 triliun.

”Pemerintah Kota Semarang dan DPRD harus segera mempertimbangkan untuk melakukan revisi terhadap dokumen RPJMD 2016-2021, untuk memperkuat kelemahan sistem pencegahan tersebut,” tegasnya. (duh)