Home > METRO BERITA > Pengelola Sunan Kuning Protes Biaya Screening bagi PSK Tambah Mahal

Pengelola Sunan Kuning Protes Biaya Screening bagi PSK Tambah Mahal

METROSEMARANG.COM – Pengelola Resos Argorejo Sunan Kuning mengeluhkan biaya pemeriksaan kesehatan bagi para pekerja seks mulai tahun ini bertambah mahal. Bahkan, menurut Ketua Resos Argorejo, Suwandi Eko Putranto menuding Dinas Kesehatan Kota Semarang pilih kasih dalam memberikan fasilitas kesehatan bagi para pekerja seks di lokalisasinya.

Penyuluhan kesehatan PSK di aula Lokalisasi Sunan Kuning. Foto: metrosemarang.com/dok

“Masa’ biaya screening dan VCT di Gambilangu hanya Rp 15 Ribu, kita tahun ini malah dikenai ongkos yang lebih mahal sampai Rp 45 Ribu. Ini jelas memberatkan pekerja seks yang belum tentu dapat penghasilan setiap harinya,” ungkap Suwandi kepada metrosemarang.com, Kamis (6/7).

Ia mengaku tak tahu pasti apa alasan Dinas Kesehatan menaikan tarif pemeriksaan kesehatan bagi para pekerja seks. Padahal, jika dilihat jumlah pekerja seks Sunan Kuning mencapai 458 orang bila dibanding lokalisasi Gambilangu yang hanya separuhnya saja.

Ia mengatakan pemeriksaan screening maupun VCT jadi tolak ukur kesehatan reproduksi para pekerja seks yang saban hari tinggal di Sunan Kuning. Dalam pemeriksaan itu, dapat dicek langsung penyakit yang diidap pekerja seks.

VCT, kata Suwandi kerap dipakai memeriksa penyakit kelamin menular dan HIV. Sementara screening merupakan cek kesehatan rutin untuk seluruh tubuh.

“Dalam setahun terakhir, penyakit raja singa yang diidap pekerja seks di sini turun drastis. Tinggal 1,6 persen. Bisa dibayangkan bila tarif pemeriksaan kesehatan malah dinaikan, bagaimana kita bisa mendeteksi penyakit menular yang ada pada tubuh pekerja seks,” cetusnya.

Untuk bulan ini, operasional Resos Argorejo masih ditutup. Suwandi bilang semua pekerja seks masih diliburkan lantaran kondisinya yang semakin sepi.

“Rumah-rumah karaoke sepi pelanggan sekarang. Anak asuh belum balik kemari. Kemungkinan baru pekan depan. Dari jumlah 458 orang, yang balik lagi paling dibawah 400 orang karena banyak yang bertobat maupun buka usaha lain,” terangnya.

Ia nantinya akan mendata ulang pekerja seks yang masuk Sunan Kuning. Tiap pekerja dimintai kartu identitasnya. Proses screening kesehatan baru dimulai serentak pekan depan. (far)