Home > METRO BERITA > Fokus Metro Semarang > Pengelolaan BRT Harus Libatkan Pengusaha Angkot

Pengelolaan BRT Harus Libatkan Pengusaha Angkot

BRT dianggap solusi tepat pengganti angkot. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
BRT dianggap solusi tepat pengganti angkot. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

PAKAR transportasi publik, Djoko Setijowarno menanggapi wacana penghapusan angkot sebagai dampak dari tidak tanggapnya pemerintah dalam mengatur regulasi angkutan massal tersebut.

Kendati demikian, dia mengatakan sebentar lagi rencana 3.000 armada bus se-Indonesia akan segera terealisasi. Oleh karena itu, akan ada sedikit perubahan dalam regulasi Angkot. Dia menuturkan bahwa secara bertahap para pengusaha Angkot umum juga akan diajak untuk mengelola BRT.

Menurutnya, itu merupakan langkah pasti dalam memperhatikan para sopir angkot yang selama ini seakan dilupakan Pemkot.

“Rencananya, akan ada upaya untuk memperbaiki nasib supir angkot oleh pemerintah pusatĀ  karena selama ini, banyak yang “terlupakan” oleh pemkot. Bahkan, tahun ini, kalau bisa akan ada penambahan empat koridor di Semarang,” ucap dia saat dihubungi dengan metrosemarang.com, Minggu (8/2) .

Dia juga menambahkan, Semarang merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang berhasilĀ  mengajak pengusaha angkutan dalam pengoperasian trayek. Sejauh ini, di Semarang ada dua koridor yakni koridor 3 dan 4 yang dioperasikan oleh pengusaha swasta.

“Hal tersebut dapat menjadi contoh untuk mengembangkan transportasi publik di Semarang,” imbuh dia.

Dengan modal tersebut, menurut Djoko Semarang akan menjadi lebih tertata dan sedikit mengurangi kemacetan yang setiap tahunnya semakin bertambah. (yas)