Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Pengguna Narkoba Tidak Pantas Dipenjara

Pengguna Narkoba Tidak Pantas Dipenjara

image
Ilustrasi

SEMARANG – Pengguna narkoba hanyalah korban. Mereka tidak pantas diburu dan dijatuhi hukuman badan di penjara. Berada di dalam penjara, bakal membuat masa depan mereka semakin suram.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Prof. Denny Indrayana, S.H., LL.M., Ph.D dalam Seminar Nasional “Dekriminalisasi dan Depenalisasi Bagi Pengguna Narkoba” yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Undip bekerjasama dengan BNN Provinsi Jawa Tengah, Selasa (19/8). 

Dalam seminar yang digelar di FH Undip Tembalang tersebut, Denny Indrayana juga menjelaskan dari aspek legalitas UU Nomor 35 tahun 2009 menegaskan bahwa pengguna adalah korban. Tidak ada seseorangpun dengan kemauannya sendiri ingin menggunakan zat adiktif terlarang itu selain karena terjerumus akibat pergaulan bebas.

“Tidak zamannya lagi para pengguna dikejar-kejar kemudian dikenakan hukuman badan di penjara. Mereka adalah korban, jadi harus diselamatkan. Penjara hanya menciptakan masa depan yang semakin suram bagi pengguna narkoba dari kalangan generasi muda,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Drs Anang Iskandar mengatakan, akibat tidak adanya cara membedakan antara pemakai, penyalah guna narkotika, pecandu dan yang menjalankan peredaran gelap narkotika, maka  semuanya diancam dengan pidana penjara. “Akibatnya, justru menjadikan Indonesia yang semula menjadi negara transit kini telah mengalami pergeseran sebagai negara produsen dan konsumen narkotika,” katanya.

Ditemui di sela seminar, Dekan FH Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan bahwa seminar ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik terhadap antisipasi peredaran narkoba yang sampai saat ini masih marak di Indonesia. “Salah satu hal yang menyebabkan permasalahan tersebut belum dapat diselesaikan adalah pandangan masyarakat terhadap pengguna narkoba yang masih dicap sebagai pelaku kejahatan, sampah masyarakat dan berbagai stigma lainnya sehingga mereka justru dihukum di penjara,” ujarnya. (joe)