Home > METRO BERITA > Penggunaan Bor Pile Diklaim Aman untuk Bangunan Cagar Budaya

Penggunaan Bor Pile Diklaim Aman untuk Bangunan Cagar Budaya

METROSEMARANG.COM – Penggunaan bor pile untuk pembangunan pondasi Pasar Kanjengan dinilai lebih aman terhadap bangunan cagar budaya di Pasar Johar yang sudah rapuh. Sebab tidak menimbulkan getaran yang terlalu besar dibandingkan jika menggunakan tiang pancang.

Kebakaran Pasar Kanjengan, Sabtu (18/6/2016). Foto: metrosemarang.com/dok

”Penggunaan bor pile tidak menimbulkan getaran yang besar. Beda kalau pakai paku bumi atau tiang pancang, dan menurut saya lokasi Kanjengan juga cukup jauh dari cagar budaya Pasar Johar. Jadi saya rasa aman, tak perlu khawatir,” kata Tim Leader Pelaksana Pembangunan Pasar Kanjengan, Timy Setiawan, Selasa (17/10).

Hal itu merespon pernyataan pemerihati bangunan cagar budaya yang menilai penggunaan bor pile, rawan membuat bangunan cagar budaya di Pasar Johar mengalami kerusakan. Karena getaran tanah yang ditimbulkan oleh kegiatan penanaman bor pile tersebut.

Menurut Timy Setiawan, pembangunan Pasar Kanjengan akan dikerjakan dengan kontruksi lima lantai, dengan dua lantai yang hanya difungsikan oleh pedagang. Sesuai dengan pihak dari Kementerian Perdagangan RI yang memberi bantuan dana pembangunan Pasar Kanjengan ini.

”Kemendag menginstruksikan bantuan yang diberikan harus dapat segera digunakan. Mereka tidak ingin bangunan mangkrak, apalagi anggaran pembangunan ini tidak kecil mencapai Rp90 miliar. Mereka ingin berapapun besarnya bangunan itu yang penting dapat difungsikan penuh,” terangnya.

Dia menegaskan, tidak ada kendala atas rencana pengerjaan proyek pembangunan pasar tersebut. Pihaknya sudah memiliki cara agar nantinya pembangunan bisa dilanjutkan tahap berikutnya.

”Kalau nanti mau bangun di samping kita kasih stek dulu, tidak dibiarkan gitu saja, supaya nanti tidak rusak besinya makanya dikasih pelindung,” katanya. (duh)