Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Pengusaha Ayam Geprek Keluhkan Mahalnya Harga Cabai

Pengusaha Ayam Geprek Keluhkan Mahalnya Harga Cabai

METROSEMARANG.COM – Naiknya harga cabai dikeluhkan masyarakat, terutama pengusaha yang bergerak di bidang kuliner. Seperti yang dialami penjual kuliner ayam geprek di Pujasera Ngaliyan, Aidris Saputro yang biaya produksinya semakin naik.

Harga cabai rawit setan berpotensi memicu inflasi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Dulu sebelum naik kami bisa dengan modal Rp 20.000. Namun sekarang harga cabai menembus rata-rara hingga Rp 100.000 per kilogram. Ini tentu saja menurunkan pendapatan,” kata pemilik Depot MM tersebut, Kamis (5/1).

Dia mengaku, terakhir kali memasok cabai jenis setan di Pasar Ngaliyan dengan harga Rp 95.000 per kilogram. Meski demikian dia bertahan tetap memproduksi menu-menu ayam gepreknya dengan membatasi jumlah cabai.

“Pelanggan bisa memilih tingkat kepedasan sesuai selera mereka, namun lantaran harga cabai sedang naik, kami menawarkan paket dengan jumlah cabai dibatasi,” terangnya. (ade)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link